Legislator PKS Dorong Pelajar di Kalsel Aktif Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan

Date:

DCNews, Jakarta – Pelajar dan generasi muda perlu dilibatkan secara aktif dalam upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan. Anggota DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi menilai, keterlibatan anak muda dapat memperkuat edukasi lingkungan, penyebaran informasi yang akurat, dan perubahan perilaku masyarakat untuk mengurangi risiko kebakaran.

Habib Aboe menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif Forum Peduli Banua yang melibatkan Pelajar Islam Indonesia (PII), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dalam merespons persoalan lingkungan di Kalimantan Selatan.

Menurut dia, keterlibatan organisasi pelajar tersebut menunjukkan bahwa generasi muda memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial dan lingkungan di daerahnya. Pemuda, kata dia, tidak semestinya hanya dipandang sebagai kelompok yang terdampak karhutla, tetapi juga sebagai bagian dari solusi.

“Saya mengapresiasi kepedulian Forum Peduli Banua dari PII, IPNU, dan IPM. Ini menunjukkan bahwa para pelajar sekarang sensitif terhadap problem sosial di Kalimantan Selatan. Pian barataan adalah bagian penting dari solusi,” ujar Habib Aboe dalam keterangan tertulis, Rabu (21/10/2026).

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Selatan I itu mengatakan, generasi muda memiliki sejumlah modal untuk mendukung pencegahan karhutla, mulai dari kreativitas, kemampuan membangun jejaring, hingga kedekatan dengan teknologi informasi.

Potensi tersebut, lanjut dia, dapat dimanfaatkan untuk memperluas edukasi lingkungan, menyampaikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan, serta mendorong masyarakat menghindari praktik yang berisiko memicu kebakaran.

Tiga Peran Pelajar dalam Pencegahan Karhutla

Habib Aboe menguraikan tiga peran yang dapat dilakukan pelajar dan pemuda untuk memperkuat pencegahan karhutla. Ketiganya meliputi edukasi dan penyebaran informasi yang benar, pembentukan kebiasaan ramah lingkungan, serta penguatan kolaborasi lintas sektor.

Peran pertama adalah menyebarkan informasi yang akurat mengenai penyebab, risiko, dan dampak karhutla. Edukasi tersebut, menurut dia, dapat dimulai dari lingkungan terdekat, seperti sekolah, kampus, keluarga, organisasi kepemudaan, dan tempat tinggal.

Pelajar juga dapat membantu menjelaskan bahaya pembakaran lahan serta menyebarkan informasi pencegahan dengan merujuk pada sumber tepercaya.

Di tengah derasnya arus informasi digital, Habib Aboe mengingatkan generasi muda agar memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya. Informasi yang tidak terverifikasi berpotensi menimbulkan kepanikan dan menghambat penanganan kebakaran.

“Anak muda harus menjadi bagian dari penyebaran informasi yang benar dan edukatif,” kata anggota Komisi III DPR RI tersebut.

Peran kedua adalah membangun budaya pencegahan melalui tindakan nyata. Habib Aboe menilai, kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup disampaikan melalui slogan atau unggahan di media sosial, tetapi perlu diwujudkan dalam kegiatan yang mendorong perubahan perilaku.

Komunitas pelajar dan pemuda dapat mengembangkan kampanye lingkungan, membuat poster dan video edukasi, menggelar diskusi di sekolah, serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat menggunakan bahasa yang mudah dipahami.

Edukasi tersebut juga perlu menekankan pentingnya menghindari pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar. Selain itu, masyarakat perlu mengetahui saluran pelaporan resmi apabila menemukan indikasi kebakaran agar informasi tersebut dapat segera ditindaklanjuti.

“Pencegahan harus menjadi budaya bersama. Kita perlu mendorong masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar,” ujarnya.

Peran ketiga adalah memperkuat kolaborasi lintas sektor. Habib Aboe mengatakan, pencegahan dan penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk sekolah, perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, pemerintah daerah, instansi lingkungan hidup, aparat, dan masyarakat.

Menurut dia, koordinasi antarpihak diperlukan agar inisiatif yang muncul dari kalangan pelajar tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi program lingkungan yang terarah dan berkelanjutan.

Forum Peduli Banua Diharapkan Berlanjut

Habib Aboe berharap Forum Peduli Banua dapat berkembang menjadi jaringan komunikasi bagi pemuda dan pelajar yang peduli terhadap lingkungan. Melalui jaringan tersebut, gagasan dan kepedulian yang muncul dalam forum dapat ditindaklanjuti menjadi kegiatan konkret dengan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

“Forum ini hendaknya menjadi awal terbentuknya jaringan komunikasi pemuda-pelajar peduli lingkungan yang tidak berhenti setelah acara selesai. Dengan koordinasi dan kolaborasi, gagasan yang lahir dari forum seperti ini dapat diubah menjadi program yang terukur dan berkelanjutan,” katanya.

Mantan Sekretaris Jenderal DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga berharap inisiatif PII, IPNU, dan IPM dapat menginspirasi kelompok pelajar dan pemuda lainnya di Kalimantan Selatan untuk mengambil bagian dalam upaya menjaga lingkungan.

Ia menegaskan, karhutla bukan semata-mata persoalan kerusakan lingkungan, melainkan juga berkaitan dengan keselamatan masyarakat dan keberlanjutan kehidupan bersama. Karena itu, keterlibatan generasi muda perlu diarahkan pada gerakan kolektif yang konsisten, terkoordinasi, dan berorientasi pada pencegahan.

“Karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat dan keberlanjutan kehidupan kita bersama. Karena itu, mari kita jadikan kepedulian ini sebagai gerakan bersama. Pemuda dan pelajar harus hadir, bergerak, dan mengambil bagian dalam solusi,” ujar Habib Aboe. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Kabut Asap Karhutla Selimuti Barabai, Habib Aboe Bakar Bagikan Masker Gratis

DCNews, Barabai — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan...

Gaji ASN, TNI, dan Polri Tetap Ditransfer Langsung ke Rekening, Ini Penjelasan Kemenkeu

DCNews, Jakarta — Kementerian Keuangan menegaskan pembayaran gaji aparatur...

Ratusan PMI di Taiwan Diduga Terjerat Pinjol, KDEI Taipei Siapkan Pendampingan Hukum

DCNews, Taipei — Ratusan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di...

Hakim Nilai Pinjol Syariah Berbeda dari Konvensional, Putusan KPPU Dibatalkan

DCNews, Jakarta — Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta...