OJK SulutGo Jemput Bola Perluas Literasi Keuangan hingga Pelosok Desa

Date:

DCNews, Manado — Akses terhadap informasi keuangan yang terbatas masih menjadi salah satu tantangan bagi masyarakat di daerah, terutama mereka yang jauh dari pusat layanan. Untuk mempersempit kesenjangan tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) memperluas edukasi keuangan secara langsung melalui mobil edukasi dan literasi keuangan atau Simolek.

Kepala OJK SulutGo Robert H.P. Sianipar mengatakan pendekatan jemput bola dilakukan agar informasi mengenai sektor jasa keuangan tidak berhenti di wilayah perkotaan, tetapi dapat menjangkau masyarakat yang selama ini belum memiliki akses atau kesempatan memperoleh edukasi keuangan secara langsung.

“Program tersebut menjadi salah satu upaya OJK untuk mendekatkan informasi mengenai sektor jasa keuangan kepada masyarakat, khususnya mereka yang belum memiliki akses atau kesempatan memperoleh edukasi keuangan secara langsung,” kata Robert, dikutip Jumat (11/9/2026).

Melalui Simolek, masyarakat mendapatkan informasi mengenai berbagai produk dan layanan jasa keuangan. Edukasi tidak hanya diarahkan pada manfaat suatu produk, tetapi juga risiko, legalitas, serta karakteristik layanan yang perlu dipahami sebelum masyarakat mengambil keputusan finansial.

“Dengan Simolek edukasi bisa menjangkau masyarakat hingga pelosok desa,” ujar Robert.

Pendekatan langsung tersebut menjadi penting di tengah semakin beragamnya tawaran produk dan layanan keuangan kepada masyarakat. Pemahaman yang memadai diharapkan dapat membantu warga membedakan layanan keuangan formal dan ilegal sekaligus mengurangi risiko mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tidak lengkap.

OJK juga mengingatkan masyarakat untuk terlebih dahulu memastikan legalitas lembaga maupun produk jasa keuangan sebelum menggunakan atau menginvestasikan dana mereka.

Masyarakat diminta tidak mudah tergiur oleh penawaran investasi atau layanan keuangan yang menjanjikan keuntungan tinggi dalam waktu singkat. Penawaran dengan imbal hasil yang tidak wajar perlu disikapi secara hati-hati dan diverifikasi legalitas serta karakteristik produknya.

Program Simolek diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai sektor jasa keuangan, tetapi juga memperkuat kemampuan mereka dalam mengelola keuangan dan mengambil keputusan secara lebih bijak.

Bagi OJK SulutGo, perluasan edukasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan. Semakin dekat masyarakat dengan informasi yang benar mengenai produk keuangan, semakin besar pula peluang mereka memanfaatkan layanan keuangan formal secara aman dan sesuai kebutuhan.

Pada akhirnya, literasi keuangan bukan sekadar kemampuan mengenali produk perbankan, investasi atau pembiayaan. Pengetahuan tersebut menjadi salah satu fondasi agar masyarakat mampu melindungi diri dari risiko keuangan sekaligus memanfaatkan layanan formal untuk meningkatkan kesejahteraan. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Rasio Gagal Bayar Pinjol Naik Jadi 4,73 Persen, Mendekati Ambang Batas OJK

DCNews, Jakarta — Rasio gagal bayar pinjaman online (pinjol)...

Dampak Karhutla di Kalsel, Habib Aboe Sediakan Cek Kesehatan dan Bagi Masker Gratis

DCNews, Kandangan — Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla)...

OJK Tegaskan Tak Cekal Dirut MNC Bank Rita Montagna, Isu Penahanan Paspor Dibantah

DCNews, Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan tidak...

Fahri Hamzah: Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ekonomi Pancasila dan Penguatan Institusi Jadi Kunci

DCNews, Jakarta — Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia...