Kang Dahlan Bongkar Jebakan Pinjol: Gali Lubang Tutup Lubang Bisa Bikin Utang Makin Dalam

Date:

DCNews, Jakarta — Pinjaman online (pinjol) yang awalnya digunakan untuk menutup kebutuhan mendesak dapat berubah menjadi jebakan ketika cicilan dibayar dengan utang baru. Siklus gali lubang tutup lubang membuat kewajiban terus berpindah dan berpotensi semakin membebani kondisi keuangan peminjam.

Konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan, mengingatkan masyarakat yang sudah terjebak utang pinjol agar tidak mengambil pinjaman baru untuk menutup kewajiban lama. Menurut dia, kebiasaan tersebut bukan solusi, melainkan memperpanjang masalah.

“Jangan gali lubang tutup lubang. Kalau utang lama belum selesai, jangan menambah utang baru hanya untuk membayar cicilan,” kata pria yang akrab disapa Kang Dahlan, melalui keterangan tertulisnya, Jumat (11/9/2026).

Menurut Kang Dahlan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghentikan penambahan utang dan menghitung seluruh kewajiban secara terbuka. Peminjam perlu mengetahui jumlah pokok utang, cicilan, jatuh tempo, serta biaya yang harus dibayarkan. Setelah itu, angka tersebut harus dibandingkan dengan pendapatan bersih setiap bulan.

Persoalannya, banyak peminjam hanya berusaha mengejar tanggal jatuh tempo tanpa menghitung kemampuan keuangan secara keseluruhan. Akibatnya, uang untuk kebutuhan pokok ikut tergerus dan kekurangan tersebut kembali ditutup menggunakan pinjaman baru. Di titik inilah utang berubah menjadi siklus yang semakin sulit diputus.

Kang Dahlan, yang juga Ketua Yayasan Hijrah Financial Indonesia itu pun menyarankan peminjam menyusun kembali anggaran rumah tangga dengan memangkas pengeluaran yang tidak mendesak. Pendapatan yang tersedia kemudian dialokasikan secara disiplin untuk memenuhi kebutuhan dasar sekaligus membayar utang. Jika memungkinkan, tambahan penghasilan dapat digunakan untuk mempercepat pelunasan.

Debitur yang mengalami kesulitan pembayaran juga perlu berkomunikasi dengan penyelenggara pinjaman. Kondisi keuangan harus disampaikan secara terbuka untuk mengetahui opsi penyelesaian yang tersedia. Menghindar dari kewajiban atau menutup pinjaman lama dengan platform lain justru dapat memperbesar persoalan.

Dalam proses pelunasan, Kang Dahlan menilai peminjam perlu memiliki strategi yang jelas. Salah satunya dengan memprioritaskan utang bernilai kecil agar lebih cepat selesai, kemudian mengalihkan dana pembayaran tersebut ke kewajiban berikutnya. Alternatif lainnya adalah memprioritaskan utang dengan beban biaya paling tinggi.

Namun, strategi tersebut hanya akan efektif jika satu aturan utama dipatuhi, seperti tidak menambah utang baru. Sebab, pembayaran yang dilakukan secara konsisten akan kehilangan manfaatnya jika pada saat yang sama peminjam terus mengambil pinjaman untuk membiayai kebutuhan konsumtif.

“Yang dicari bukan sekadar bagaimana membayar cicilan bulan ini. Tujuannya adalah memutus siklus utang. Setelah lunas, jangan sampai kembali menggunakan pinjaman untuk menutup kebutuhan yang sebenarnya bisa direncanakan,” ujar Kang Dahlan.

Bagi Kang Dahlan, keluar dari jeratan pinjol membutuhkan perubahan cara mengelola uang. Hentikan utang baru, petakan seluruh kewajiban, amankan kebutuhan pokok, tekan pengeluaran, cari tambahan pendapatan bila memungkinkan, lalu lunasi utang secara konsisten. Dengan cara itu, pelunasan tidak sekadar memindahkan beban dari satu pinjaman ke pinjaman lainnya, tetapi benar-benar menjadi jalan keluar dari lingkaran utang. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Jelang Laga Persib Vs Persija di GBK, Umuh Muchtar Minta Bobotoh Tak Datang ke Jakarta

DCNews, Bandung – Rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta kembali...

TP PKK Kabupaten Tegal Perkuat Peran Keluarga Cegah Pinjol Ilegal dan Judi Online

DCNews, Tegal – Ancaman judi online dan pinjaman online...

OJK Cirebon Edukasi 700 PPPK Kota Cirebon Kelola Keuangan dan Waspadai Pinjol Ilegal

DCNews, Cirebon – Sekitar 700 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja...

Harga Emas Pegadaian 12 September 2026 Stabil, Antam Rp2,639 Juta per Gram

DCNews, Jakarta— Harga emas di Pegadaian bergerak stabil pada...