DCNews, Istanbul — Presiden Rusia Vladimir Putin kecil kemungkinan akan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dalam waktu dekat. Hal ini diungkapkan Kremlin pada Selasa (3/6/2025), sehari setelah tahap kedua perundingan damai antara Rusia dan Ukraina di Istanbul kembali gagal membuahkan hasil.
“Terus terang, [pertemuan] ini kemungkinan besar tidak akan terjadi dalam waktu dekat,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, dikutip kantor berita Interfax. Ia menambahkan bahwa Presiden Putin sebenarnya mendukung ide pertemuan trilateral, namun menekankan perlunya persiapan yang matang.
Turki, sebagai tuan rumah perundingan, mengusulkan pertemuan langsung antara Putin, Trump, dan Zelenskiy. Gedung Putih menyatakan Trump “terbuka” terhadap gagasan tersebut, namun belum ada sinyal positif dari Moskow.
Perundingan damai yang berlangsung pada Senin (2/6/2025) di Istanbul menemui jalan buntu. Rusia tetap bersikeras dengan tuntutan maksimalis, termasuk agar Ukraina menyerahkan kendali atas empat wilayah yang sebagian dikuasai Moskow, mengadopsi status netral, serta menerima pembatasan militer dan larangan bantuan asing.
Sementara itu, Ukraina menolak tuntutan tersebut dan hanya menyetujui pertukaran tahanan sebagai satu-satunya hasil konkret dari pertemuan tersebut.
Prospek perdamaian kian suram, meskipun Trump secara aktif mendorong terobosan diplomatik sejak beberapa bulan terakhir. Frustrasi atas lambatnya kemajuan, Trump bahkan sempat mempertimbangkan sanksi tambahan terhadap Rusia, namun hingga kini masih menunda penerapannya.
Dalam eskalasi terbaru, Kyiv melancarkan serangan udara besar-besaran ke wilayah Rusia hanya sehari sebelum perundingan Istanbul digelar, menghancurkan sejumlah pesawat tempur jarak jauh milik Moskow.
Pertemuan hari Senin merupakan pembicaraan publik kedua antara Rusia dan Ukraina sejak awal konflik pada Februari 2022, setelah sebelumnya juga digelar di Istanbul pada pertengahan Mei lalu dan menghasilkan kesepakatan pertukaran tahanan. ***

