DCNews, Jakarta — Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali terkoreksi pada perdagangan Rabu (26/8/2026), setelah sehari sebelumnya sempat menguat. Harga emas Antam ukuran 1 gram turun Rp18.000 menjadi Rp2.750.000 per gram dari posisi sebelumnya Rp2.768.000.
Berdasarkan pemantauan pada laman resmi Logam Mulia di Jakarta sekitar pukul 08.49 WIB, penurunan harga jual tersebut diikuti harga pembelian kembali atau buyback yang juga merosot Rp18.000 menjadi Rp2.610.000 per gram. Data harga tersebut sejalan dengan laporan pasar pada Rabu pagi (26/8/2026).
Koreksi harian ini menunjukkan bahwa pergerakan emas Antam masih cukup dinamis. Investor dan masyarakat yang hendak membeli maupun menjual emas perlu memperhatikan bahwa harga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pembaruan harga yang ditetapkan Logam Mulia.
Selain harga jual, selisih antara harga pembelian dan buyback juga menjadi faktor penting bagi investor. Pada harga Rabu pagi, terdapat selisih Rp140.000 per gram antara harga jual Antam dan harga pembelian kembali.
Daftar Harga Emas Antam 26 Agustus 2026
Berikut harga dasar emas batangan Antam berdasarkan pecahan yang tercantum dalam data yang dipantau:
- 0,5 gram: Rp1.425.000
- 1 gram: Rp2.750.000
- 2 gram: Rp5.440.000
- 3 gram: Rp8.135.000
- 5 gram: Rp13.525.000
- 10 gram: Rp26.995.000
- 25 gram: Rp67.362.000
- 50 gram: Rp134.645.000
- 100 gram: Rp269.212.000
- 250 gram: Rp672.765.000
- 500 gram: Rp1.345.320.000
- 1.000 gram: Rp2.690.600.000
Harga per gram cenderung lebih rendah pada pecahan yang lebih besar. Karena itu, calon pembeli perlu menentukan ukuran emas berdasarkan tujuan investasi, kemampuan dana, serta rencana waktu penyimpanan.
Ketentuan Pajak Transaksi Emas Antam
Masyarakat juga perlu memperhitungkan aspek perpajakan ketika melakukan transaksi emas.
Untuk transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10 juta, PPh Pasal 22 dipotong dari nilai transaksi sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam data yang menjadi acuan berita ini, tarif yang dicantumkan sebesar 1,5 persen.
Sementara pembelian emas Antam dikenakan PPh sebesar 0,25 persen dari harga dasar yang tercantum pada laman resmi.
Dengan demikian, harga yang terlihat pada daftar harga dasar belum tentu menjadi satu-satunya komponen yang harus diperhitungkan calon investor. Pajak, spread antara harga beli dan buyback, serta biaya transaksi perlu masuk dalam perhitungan sebelum mengambil keputusan.
Analisis Dahlan Consultant: Jangan Terburu-buru Membeli Saat Harga Berfluktuasi
Konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan, menilai penurunan harga emas Antam sebesar Rp18.000 per gram masih perlu dilihat sebagai bagian dari dinamika pasar, bukan semata-mata sinyal bahwa tren emas telah berbalik dalam jangka panjang.
Menurut pria yang akrab disapa Kang Dahlan itu, investor sebaiknya tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan pergerakan harga dalam satu hari. Koreksi harga dapat menjadi kesempatan melakukan pembelian secara bertahap, tetapi strategi tersebut harus disesuaikan dengan tujuan investasi dan kemampuan keuangan masing-masing.
Pandangan tersebut sejalan dengan analisis Kang Dahlan sebelumnya yang menekankan pentingnya akumulasi emas secara bertahap ketika terjadi koreksi serta menghindari keputusan investasi karena dorongan mengejar kenaikan harga.
“Emas sebaiknya ditempatkan sebagai instrumen untuk menjaga nilai kekayaan, bukan sebagai sarana mencari keuntungan cepat,” kata Asep dalam analisis sebelumnya.
Ia juga mengingatkan investor agar tidak mengabaikan spread antara harga jual dan buyback. Selisih tersebut membuat investasi emas kurang cocok untuk strategi jual-beli jangka sangat pendek karena harga emas harus terlebih dahulu bergerak cukup tinggi untuk menutup selisih transaksi.
Bagi investor ritel, pendekatan pembelian secara berkala dapat menjadi pilihan untuk mengurangi risiko membeli seluruh emas pada satu titik harga. Namun, keputusan tetap harus mempertimbangkan kebutuhan likuiditas, dana darurat, horizon investasi, dan diversifikasi aset.
Pergerakan harga Antam pada Rabu ini pada akhirnya kembali mengingatkan bahwa emas bukan instrumen yang bebas dari fluktuasi. Penurunan Rp18.000 per gram mungkin terlihat kecil dalam perspektif investasi jangka panjang, tetapi dapat menjadi signifikan bagi investor yang melakukan transaksi dalam jumlah besar.
Karena itu, sebelum membeli emas, masyarakat sebaiknya tidak hanya melihat angka harga jual hari ini, tetapi juga menghitung spread, pajak, tujuan investasi dan kemampuan menahan emas dalam jangka waktu yang sesuai. ***

