Uni Eropa Siap Kerahkan Satelit Copernicus Bantu Pencarian Korban Gempa Indonesia

Date:

DCNews, Moskow — Uni Eropa (UE) menyatakan kesiapan mengerahkan sistem observasi Bumi Copernicus untuk membantu operasi pencarian dan penyelamatan korban gempa bumi yang mengguncang wilayah pesisir timur Indonesia.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan, pengerahan Copernicus merupakan bentuk solidaritas UE kepada Indonesia di tengah upaya penanganan bencana yang masih berlangsung.

“Dari solidaritas menjadi tindakan, Eropa senantiasa siap mengerahkan Copernicus, mata kami di langit, untuk mendukung upaya pencarian dan penyelamatan. Indonesia, kami berdiri bersamamu,” kata von der Leyen melalui akun media sosial X, dikutip Minggu (16/8/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang pesisir timur Indonesia pada Jumat (14/8/2026) malam.

Gempa tersebut menimbulkan korban jiwa dan kerusakan di sejumlah wilayah terdampak. Berdasarkan laporan dinas penyelamatan, sedikitnya 20 orang meninggal dunia, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Operasi pencarian dan penyelamatan masih dilakukan untuk menemukan serta mengevakuasi warga yang diduga tertimbun reruntuhan bangunan.

Pencarian Korban Terkendala Kerusakan

Proses evakuasi menghadapi sejumlah kendala. Longsor, kerusakan infrastruktur, serta gangguan komunikasi dilaporkan menyulitkan tim penyelamat menjangkau sejumlah lokasi terdampak.

Selain kerusakan akibat guncangan, gempa juga diikuti tsunami kecil dengan ketinggian kurang dari 1 meter. Otoritas sempat mengeluarkan peringatan tsunami sebelum kemudian mencabutnya setelah kondisi dinilai lebih aman.

Dalam situasi seperti itu, ketersediaan data mengenai kondisi wilayah terdampak menjadi penting untuk menentukan prioritas pencarian dan penyelamatan.

Copernicus untuk Pemetaan Wilayah Terdampak

Copernicus merupakan sistem observasi Bumi milik Uni Eropa yang mengandalkan data satelit untuk memantau kondisi permukaan Bumi.

Dalam penanganan bencana, data Copernicus dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan pemetaan cepat wilayah terdampak. Informasi tersebut antara lain dapat membantu mengidentifikasi perubahan kondisi wilayah, kerusakan infrastruktur, serta lokasi yang membutuhkan penanganan segera.

Dukungan berbasis data satelit menjadi semakin penting ketika akses menuju lokasi bencana terhambat akibat longsor, kerusakan jalan maupun jembatan, dan gangguan jaringan komunikasi.

Kesiapan UE mengerahkan Copernicus dengan demikian tidak hanya menjadi bentuk dukungan diplomatik, tetapi juga berpotensi memberikan informasi geospasial yang dapat digunakan oleh tim di lapangan dalam menentukan strategi pencarian dan penyelamatan korban.

Hingga kini, operasi tanggap darurat di wilayah terdampak masih berlangsung. Pemerintah dan tim penyelamat terus melakukan pendataan korban, evakuasi, serta penanganan dampak kerusakan akibat gempa. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

OJK Waspadai Rekening Dormant Disalahgunakan untuk Judol dan Pinjol, Edukasi Keuangan Diperkuat

DCNews, Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat edukasi...

Pengadilan Batalkan Putusan KPPU soal Dugaan Kartel Bunga Pinjol, 97 Fintech Sebelumnya Didenda Rp755 Miliar

DCNews, Jakarta — Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta...

Menolak Pasrah pada Jelaga: Menggugat Ketidakberdayaan Negara dan Menagih Solusi Tuntas Karhutla

Oleh: Muhammad Solikin (Pemerhati sosial dan lingkungan, tinggal di...

OJK Sanksi 11 Perusahaan dalam Kasus Manipulasi Saham DSSA, BREN, dan CUAN, Denda Capai Rp2,1 Triliun

DCNews, Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan sanksi...