DCNews, Jakarta – Aksi sekelompok debt collector yang diduga menghentikan secara paksa seorang pengendara sepeda motor di Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, memicu perhatian publik setelah rekaman peristiwa tersebut viral di media sosial. Kepolisian kini turun tangan menyelidiki dugaan tindakan intimidasi yang dinilai meresahkan pengguna jalan.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa (7/7/2026). Hingga Rabu (8/7/2026), aparat Polsek Cengkareng masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi para pelaku meski korban belum mengajukan laporan resmi kepada polisi.
“Kami sedang melakukan pengecekan dan penyelidikan. Korban memang belum membuat laporan polisi,” kata Kanit Reskrim Polsek Cengkareng AKP Parman Gultom melalui pesan singkat.
Parman menjelaskan, penyidik telah mendatangi lokasi kejadian atau tempat kejadian perkara (TKP) yang berada di depan halte dekat lampu merah Cengkareng. Dari hasil pemeriksaan awal, polisi mengumpulkan informasi serta menelusuri identitas orang-orang yang diduga merupakan debt collector.
“Kami sudah mengecek TKP dan melakukan penyelidikan terhadap pelaku yang diduga debt collector,” ujarnya.
Kasus ini mencuat setelah sebuah video yang diunggah akun Instagram @warga.jakbar memperlihatkan dua pria menghentikan laju sepeda motor di tengah jalan. Salah seorang berdiri menghadang pengendara, sementara rekannya terlihat memeriksa nomor rangka kendaraan.
Aksi tersebut direkam langsung oleh pengendara motor yang diberhentikan. Saat proses pemeriksaan berlangsung, kedua pria itu diduga melarang dan mengancam korban agar menghentikan perekaman video, sehingga memicu adu mulut di lokasi.
Merasa terintimidasi, pengendara kemudian berteriak meminta pertolongan kepada warga dan pengguna jalan yang melintas. Sejumlah pengendara lain terlihat mengecam tindakan kedua pria tersebut dan melontarkan protes karena aksi penghentian kendaraan dilakukan di ruang publik dan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Polisi kini terus mengumpulkan keterangan dan bukti untuk memastikan kronologi peristiwa sekaligus mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam insiden tersebut. ***

