DCNews, Sumba Timur — Kemudahan mengakses pinjaman melalui telepon seluler dapat menjadi ancaman bagi keuangan keluarga jika tidak disertai pemahaman yang memadai. Masyarakat Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), diingatkan untuk mewaspadai pinjaman online (pinjol) ilegal dan judi online (judol) yang berpotensi menggerus penghasilan serta memicu persoalan keuangan berkepanjangan.
Peringatan tersebut disampaikan anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Julie Sutrisno Laiskodat, dalam kegiatan edukasi keuangan bersama mitra Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Kantor Lurah Malumbi, Kabupaten Sumba Timur, Senin kemarin (26/10/2026).
Julie menekankan, masyarakat perlu membangun kebiasaan mengelola keuangan secara disiplin, memahami legalitas penyedia jasa keuangan, serta mempertimbangkan kemampuan membayar sebelum memutuskan mengambil pinjaman.
Menurut dia, penghasilan harus digunakan berdasarkan prioritas kebutuhan, bukan sekadar mengikuti keinginan konsumtif yang berpotensi menambah beban rumah tangga. “Pergunakan keuangan sesuai kebutuhan, bukan keinginan,” ujar Julie.
Ia mengingatkan, tawaran pinjaman dengan pencairan cepat dan persyaratan sederhana tidak boleh langsung dipercaya. Masyarakat perlu memeriksa legalitas penyelenggara serta memahami bunga, biaya administrasi, jangka waktu pembayaran, dan konsekuensi keterlambatan sebelum menyetujui perjanjian pinjaman.
Julie Ingatkan Warga Periksa Legalitas dan Akses Data Pinjol
Julie juga menyoroti pentingnya melindungi data pribadi ketika menggunakan layanan keuangan digital. Menurut dia, masyarakat tidak boleh sembarangan memberikan izin akses terhadap data di telepon seluler, terutama jika permintaan tersebut tidak relevan dengan layanan yang digunakan.
“Terkait pinjol, ada 94 pinjaman online yang sah oleh OJK. Ingat, jika pinjol yang sah, seperti tadi dikatakan oleh OJK, bahwa permintaan atau syarat pinjaman online yang benar itu hanya sebatas CAMILAN (kamera, mikrofon, lokasi). Jika lebih dari itu, jangan mau diikuti dan sudah pasti ilegal,” kata Julie.
Ia mendorong masyarakat memeriksa status legalitas penyelenggara melalui kanal resmi OJK, bukan hanya mengandalkan iklan, pesan singkat, atau rekomendasi yang beredar di media sosial.
Warga juga diminta membaca seluruh ketentuan pinjaman sebelum menyetujui pengajuan. Langkah tersebut diperlukan agar mereka memahami besaran kewajiban pembayaran dan dapat menilai apakah pinjaman benar-benar dibutuhkan serta sesuai dengan kemampuan keuangan keluarga.
Julie menilai, pinjaman yang terlihat ringan pada awalnya dapat berubah menjadi beban ketika penghasilan tidak cukup untuk memenuhi kewajiban pembayaran. Karena itu, keputusan berutang harus didasarkan pada perhitungan yang matang, bukan dorongan sesaat.
Judi Online Berisiko Menghabiskan Penghasilan Keluarga
Selain pinjol ilegal, Julie mengingatkan masyarakat mengenai dampak judi online terhadap kondisi ekonomi rumah tangga. Penggunaan uang secara terus-menerus untuk berjudi dapat mengganggu pemenuhan kebutuhan pokok, pendidikan, dan kesehatan keluarga.
Kerugian akibat perjudian juga berisiko mendorong seseorang mencari pinjaman baru untuk menutup kekurangan dana. Jika tidak dikendalikan, kondisi tersebut dapat memperburuk masalah keuangan dan membuat seseorang semakin sulit keluar dari jeratan utang.
Julie mengajak masyarakat untuk tidak menjadikan pinjaman sebagai jalan pintas memenuhi keinginan konsumtif ataupun menutup kerugian akibat perjudian. Kemampuan mengendalikan pengeluaran dan menolak tawaran berisiko, menurut dia, menjadi bagian penting dari perlindungan keuangan keluarga.
Ia menegaskan, penghasilan yang diperoleh melalui kerja keras perlu diprioritaskan untuk kebutuhan pokok dan kegiatan produktif yang mendukung kesejahteraan dalam jangka panjang.
Edukasi Keuangan Dorong Akses Layanan Resmi
Kegiatan edukasi keuangan bersama OJK di Malumbi diharapkan memperkuat pemahaman masyarakat mengenai hak dan kewajiban sebagai konsumen jasa keuangan. Melalui kegiatan tersebut, warga diharapkan semakin mampu membedakan layanan legal dan ilegal, mengenali potensi penipuan, serta mengambil keputusan keuangan secara lebih hati-hati.
Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, turut menyoroti pentingnya edukasi keuangan dan perluasan akses masyarakat terhadap layanan perbankan resmi. Pemahaman yang lebih baik mengenai layanan keuangan dinilai dapat mendukung ekosistem keuangan yang sehat sekaligus mendorong kegiatan ekonomi produktif di daerah.
Penguatan literasi keuangan menjadi salah satu langkah untuk membantu masyarakat menghadapi risiko ekonomi di tengah perkembangan teknologi digital. Dengan memahami legalitas layanan, menjaga data pribadi, dan mengelola pengeluaran secara bertanggung jawab, warga diharapkan dapat melindungi pendapatan keluarga dari jeratan pinjol ilegal maupun dampak merugikan judi online. ***

