India Dorong Indonesia Perkuat Kerja Sama Moneter BRICS Lewat Inovasi Keuangan dan Fintech

Date:

DCNews, New Delhi – Keanggotaan Indonesia dalam BRICS membuka ruang bagi penguatan kerja sama moneter dan keuangan dengan India, di tengah upaya negara-negara berkembang memperluas akses pembiayaan, mempercepat inovasi finansial, dan membangun ketahanan ekonomi.

India menilai Indonesia memiliki pengalaman pembangunan di bidang teknologi finansial (fintech), inovasi, dan startup yang dapat dibagikan kepada negara-negara anggota BRICS lainnya. Kerja sama tersebut berpotensi memperluas agenda keuangan dan pembangunan ekonomi kelompok yang kini beranggotakan 11 negara.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal, menyampaikan pandangan tersebut saat ditemui suarasurabaya.net di sela-sela Jamuan Makan Malam Kementerian Luar Negeri India di New Delhi, Jumat (11/9/2026) malam waktu setempat.

Menurut Jaiswal, hubungan Indonesia dan India yang telah terjalin erat secara bilateral dapat menjadi fondasi untuk memperkuat kolaborasi melalui BRICS.

“Indonesia dan India memiliki hubungan yang sangat spesial. India dan Indonesia dapat bersama-sama, serta sedang bekerja sama secara bilateral, membuat langkah-langkah besar dan signifikan dalam kerja sama serta kolaborasi kita,” kata Jaiswal.

Fintech dan Inovasi Keuangan Jadi Modal Kerja Sama

Jaiswal menilai pengalaman kedua negara dalam mengembangkan teknologi finansial, inovasi, dan startup merupakan aset yang dapat memperkuat kerja sama ekonomi BRICS.

India dan Indonesia, menurut dia, sama-sama memiliki pengalaman pembangunan yang relevan untuk dibagikan kepada negara-negara anggota lainnya. Pengalaman itu mencakup pengembangan teknologi finansial, inovasi, startup, keberlanjutan, serta pemberdayaan generasi muda.

“India dan Indonesia sama-sama memiliki beberapa model dan pengalaman dalam pembangunan. Baik itu teknologi finansial, inovasi, startup, apa yang telah kita lakukan dan capai di bidang keberlanjutan, di bidang lingkungan, bagaimana kita merangkul generasi muda, bagaimana kita mengelola startup dan inovasi,” jelasnya.

Dalam konteks moneter, perkembangan fintech dapat menjadi pintu masuk bagi perluasan akses layanan keuangan dan efisiensi transaksi. Namun, Jaiswal dalam pernyataannya tidak menyebut adanya kesepakatan baru mengenai mata uang bersama, penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan, maupun pembentukan mekanisme pembayaran baru antara Indonesia dan India.

Ia menekankan bahwa pertukaran pengalaman teknologi dan inovasi tersebut dapat memperkuat pembangunan ekonomi yang lebih inklusif.

“Semua hal ini bisa kita saling bagikan satu sama lain, tentang bagaimana kita berusaha membentuk dunia teknologi baru. Bersama-sama kita dapat membagikannya, tidak hanya di antara kita berdua, tetapi juga di antara negara-negara anggota BRICS sehingga kita dapat menciptakan dunia yang lebih baik,” ujarnya.

BRICS dan Agenda Penguatan Ekonomi Negara Berkembang

Indonesia resmi menjadi anggota penuh BRICS pada Januari 2025. Bergabungnya Indonesia memperluas keanggotaan kelompok tersebut menjadi 11 negara.

Jaiswal mengatakan agenda BRICS mencakup promosi investasi, perdagangan, hubungan antarmasyarakat, keamanan, dan isu politik. Ruang kerja sama itu dinilai dapat memperkuat hubungan Indonesia dan India, baik secara bilateral maupun melalui forum multilateral.

“BRICS memiliki agenda untuk mempromosikan investasi, perdagangan, hubungan antar-masyarakat, isu-isu keamanan, dan isu-isu politik,” jelasnya.

India yang memegang Keketuaan BRICS 2026 menempatkan ketahanan, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan sebagai fokus utama. Jaiswal menilai bidang-bidang tersebut sejalan dengan pengalaman kerja sama bilateral kedua negara.

“Kami berfokus pada promosi inovasi, ketahanan, kerja sama, dan keberlanjutan. Semua ini adalah bidang-bidang di mana kita telah bekerja sama secara bilateral, dan kita juga dapat memperkuat kerja sama bilateral tersebut melalui BRICS,” katanya.

Dari perspektif moneter, agenda investasi, perdagangan, dan inovasi finansial menjadi relevan karena berkaitan dengan kelancaran transaksi lintas negara, pembiayaan sektor produktif, serta penguatan ketahanan ekonomi. Namun, pernyataan India kali ini masih menekankan pertukaran pengalaman dan perluasan kolaborasi, bukan pengumuman kebijakan moneter tertentu.

Kunjungan Modi Perkuat Hubungan Indonesia-India

Hubungan kedua negara juga diperkuat melalui kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia pada 6-8 Juli 2026.

Dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto, kedua negara membahas sejumlah bidang kerja sama, termasuk perdagangan dan investasi, pertahanan, teknologi digital dan finansial, energi, serta hubungan antarmasyarakat.

Bagi agenda ekonomi BRICS, kerja sama tersebut memberikan landasan bagi pengembangan kolaborasi yang lebih luas. Jaiswal melihat Indonesia dan India sebagai dua negara berkembang dengan populasi besar yang memiliki pengalaman pembangunan untuk ditawarkan kepada anggota lainnya.

Ia optimistis hubungan bilateral tersebut dapat diterjemahkan dalam berbagai agenda BRICS.

“Kita juga akan bekerja sama dengan sangat baik di BRICS, dalam agenda-agenda BRICS,” ujarnya.

KTT BRICS ke-18 Digelar di New Delhi

India menjadi tuan rumah KTT ke-18 BRICS di New Delhi pada 12-13 September 2026. Pertemuan tingkat tinggi itu digelar di Bharat Mandapam dengan tema “Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability”.

Jaiswal menegaskan kerja sama yang didorong India melalui BRICS tetap diarahkan pada kepentingan masyarakat.

BRICS saat ini mewakili sekitar 49,5 persen populasi dunia, 40 persen produk domestik bruto (PDB) global, serta 26 persen perdagangan dunia.

Dengan skala ekonomi tersebut, penguatan kerja sama keuangan dan teknologi finansial menjadi salah satu ruang yang dapat dikembangkan. Namun, realisasi agenda moneter BRICS tetap bergantung pada kesepakatan dan kebijakan masing-masing negara anggota. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

1.900 Pegawai Kemensos Terindikasi Judi Online, Akurasi Data Bansos Jadi Sorotan

DCNews, Jakarta — Sekitar 1.900 pegawai Kementerian Sosial (Kemensos)...

Kopi Kenangan Bantah Minta Karyawan Mengundurkan Diri Saat Sakit, Polemik Berlanjut Usai Kahfi Meninggal

DCNews, Jakarta — Polemik hubungan kerja di tengah perjuangan...

OJK Waspadai Dampak El Nino hingga 2027 terhadap Pembiayaan Pertanian, Multifinance Tembus Rp513 Triliun

DCNews, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperketat perhatian...

Harga Emas Pegadaian dan Galeri24 Naik Rp5.000 Hari Ini, Minggu 13 September 2026

DCNews, Jakarta — Harga emas batangan yang diperdagangkan melalui...