DCNews, Jakarta — Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) turun Rp10.000 per gram pada perdagangan Selasa pagi, 8 September 2026. Berdasarkan harga yang dipantau dari laman resmi Logam Mulia pada pukul 09.01 WIB, harga emas Antam 1 gram berada di level Rp2.627.000, turun dari Rp2.637.000 per gram.
Penurunan juga terjadi pada harga jual kembali atau buyback. Antam menetapkan harga buyback sebesar Rp2.480.000 per gram.
Pergerakan harga tersebut menunjukkan pasar emas masih bergerak dinamis. Antam juga mengingatkan bahwa harga emas batangan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar dan kebijakan harga yang berlaku.
Daftar Harga Emas Antam Selasa 8 September 2026
Berikut harga dasar emas batangan Antam berdasarkan ukuran:
- 0,5 gram: Rp1.363.500
- 1 gram: Rp2.627.000
- 2 gram: Rp5.194.000
- 3 gram: Rp7.766.000
- 5 gram: Rp12.910.000
- 10 gram: Rp25.765.000
- 25 gram: Rp64.287.000
- 50 gram: Rp128.495.000
- 100 gram: Rp256.912.000
- 250 gram: Rp642.015.000
- 500 gram: Rp1.283.820.000
- 1.000 gram: Rp2.567.600.000
Harga tersebut merupakan harga dasar sebelum memperhitungkan ketentuan pajak yang berlaku dalam transaksi pembelian maupun buyback emas.
Transaksi Buyback di Atas Rp10 Juta Kena PPh 22
Investor juga perlu memperhatikan ketentuan perpajakan ketika menjual kembali emas Antam.
Untuk transaksi buyback dengan nilai lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen. Pajak tersebut dipotong langsung dari nilai transaksi buyback saat transaksi dilakukan.
Sementara itu, pembelian emas Antam dikenakan PPh sebesar 0,25 persen dari harga dasar yang tercantum pada laman resmi Logam Mulia.
Dengan demikian, investor tidak cukup hanya memperhatikan perubahan harga emas ketika menghitung potensi keuntungan. Selisih antara harga pembelian dan harga buyback, ditambah komponen pajak, turut menentukan hasil akhir investasi.
Analisis Dahlan Consultant: Investor Jangan Hanya Melihat Harga Naik atau Turun
Konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan yang akrab disapa Kang Dahlan, menilai penurunan harga emas Antam sebesar Rp10.000 per gram perlu dilihat sebagai bagian dari dinamika pasar, bukan semata-mata sinyal bahwa tren emas telah berbalik.
Menurut Kang Dahlan, investor emas sebaiknya tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan pergerakan harga harian. Emas lebih tepat ditempatkan sebagai instrumen untuk menjaga nilai aset dalam jangka menengah dan panjang.
Ia juga mengingatkan investor agar memperhitungkan spread, yakni selisih antara harga beli dan harga buyback. Selisih tersebut membuat investor membutuhkan kenaikan harga tertentu sebelum investasi emas benar-benar menghasilkan keuntungan ketika dijual kembali.
Karena itu, menurut Kang Dahlan, investor yang membeli emas untuk tujuan jangka panjang perlu menentukan target investasi dan horizon waktu sejak awal. Penurunan harga dalam jumlah relatif kecil tidak semestinya langsung mendorong keputusan jual atau beli secara emosional.
Bagi investor ritel, strategi pembelian secara bertahap juga dapat menjadi pilihan untuk mengurangi risiko membeli seluruh emas pada satu level harga. Dengan pendekatan tersebut, investor dapat membangun kepemilikan secara lebih terukur sembari tetap memperhatikan kondisi ekonomi dan pergerakan harga emas global.
Pada akhirnya, pergerakan harga emas Antam pada Selasa pagi menjadi pengingat bahwa emas bukan instrumen untuk mengejar keuntungan instan. Perhitungan harga beli, buyback, pajak, serta tujuan investasi perlu menjadi satu kesatuan sebelum investor mengambil keputusan. ***

