DCNews, Jakarta — Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali terkoreksi pada perdagangan Rabu (2/9/2026). Harga emas ukuran 1 gram turun Rp40.000 menjadi Rp2.624.000 per gram dari sebelumnya Rp2.664.000.
Berdasarkan pemantauan pada laman resmi Logam Mulia di Jakarta pada pukul 08.52 WIB, penurunan juga terjadi pada harga pembelian kembali atau buyback, yang turun menjadi Rp2.477.000 per gram.
Dengan demikian, terdapat selisih Rp147.000 antara harga jual emas Antam 1 gram dan harga buyback pada perdagangan tersebut. Harga emas Antam sendiri dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pembaruan harga yang ditetapkan perusahaan.
Harga Emas Antam Hari Ini
Berikut daftar harga dasar emas batangan Antam pada Rabu, 2 September 2026:
- 0,5 gram: Rp1.362.000
- 1 gram: Rp2.624.000
- 2 gram: Rp5.188.000
- 3 gram: Rp7.757.000
- 5 gram: Rp12.895.000
- 10 gram: Rp25.735.000
- 25 gram: Rp64.212.000
- 50 gram: Rp128.345.000
- 100 gram: Rp256.612.000
- 250 gram: Rp641.265.000
- 500 gram: Rp1.282.320.000
- 1.000 gram: Rp2.564.600.000
Harga tersebut merupakan harga dasar yang tercantum pada laman Logam Mulia dan dapat berubah sewaktu-waktu.
Pajak Pembelian dan Buyback Emas Antam
Selain memperhatikan harga emas, calon investor perlu memperhitungkan komponen pajak dalam setiap transaksi karena dapat memengaruhi nilai bersih investasi.
Untuk transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10 juta, PPh Pasal 22 sebesar 1,5 persen dikenakan dan dipotong langsung dari total nilai transaksi pada saat pelaksanaan buyback.
Sementara itu, pembelian emas Antam dikenakan PPh sebesar 0,25 persen dari harga dasar yang tercantum pada laman resmi Logam Mulia, sesuai informasi yang menyertai harga transaksi tersebut.
Artinya, keputusan membeli emas tidak cukup hanya didasarkan pada harga per gram. Investor juga perlu menghitung harga beli, nilai buyback, selisih keduanya, serta pajak yang berlaku untuk mengetahui potensi hasil investasi secara lebih realistis.
Analisis Dahlan Consultant: Jangan Terburu-buru Merespons Penurunan Harga
Konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan, yang akrab disapa Kang Dahlan itu, menilai penurunan harga emas dalam satu hari sebaiknya tidak langsung diterjemahkan sebagai sinyal untuk menjual atau menunggu harga terendah.
Menurut dia, emas lebih tepat ditempatkan sebagai bagian dari strategi menjaga nilai aset dalam jangka menengah hingga panjang. Karena itu, investor perlu melihat tujuan keuangan, kemampuan finansial, dan horizon investasi sebelum mengambil keputusan.
Pandangan Kang Dahlan tersebut sejalan dengan analisisnya mengenai emas Antam sebelumnya. Ia menekankan pentingnya strategi pembelian secara bertahap agar investor tidak bergantung pada kemampuan memprediksi titik harga terendah.
Kang Dahlan juga mengingatkan investor agar tidak hanya melihat potensi kenaikan harga. Selisih antara harga jual dan buyback, pajak, serta jangka waktu kepemilikan harus masuk dalam perhitungan sebelum menentukan target keuntungan.
Dalam kondisi harga emas yang bergerak fluktuatif, strategi akumulasi berkala atau dollar cost averaging dapat menjadi salah satu pendekatan bagi investor jangka panjang. Strategi tersebut memungkinkan investor membeli secara bertahap sehingga harga perolehan tidak sepenuhnya bergantung pada satu titik harga.
Karena itu, koreksi harga emas Antam sebesar Rp40.000 per gram pada perdagangan Rabu tidak semestinya menjadi satu-satunya dasar pengambilan keputusan. Investor tetap perlu menjaga likuiditas, menyesuaikan investasi dengan kemampuan keuangan, serta melakukan diversifikasi agar portofolio tidak bergantung pada satu instrumen.
Bagi masyarakat yang baru mulai berinvestasi emas, pendekatan bertahap dan disiplin dinilai lebih rasional dibandingkan mengejar momentum atau mengambil keputusan karena khawatir tertinggal pergerakan harga (fear of missing out/FOMO). ***

