DCNews, Jakarta – Sebuah peresmian kerap menjadi penanda dimulainya sebuah perjalanan baru. Namun, bagi Ketua Yayasan Hijrah Financial Indonesia, Asep Dahlan, makna peresmian tidak berhenti pada prosesi simbolis, pemotongan tumpeng, atau seremoni pembukaan.
“Lebih dari itu, momentum tersebut harus menjadi awal dari ikhtiar yang menghadirkan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” kata pria yang akrab disapa Kang Dahlan itu, melalui doa yang dipanjatkannya dalam rangkaian acara peresmian kantor dan potong tumpeng di sekretariat Yayasan Hijrah Financial Indonesia di jalan Pelopor Tegal Alur Blok C8 No.8, Kalideres, Jakarta Timur, Jumat (7/8/2026).
Doa yang dipanjatkan Kang Dahlan itu menjadi bagian penting dari momentum tersebut, sekaligus mengandung pesan agar setiap langkah yang dimulai senantiasa dilandasi rasa syukur, niat yang baik, serta komitmen untuk memberikan kebermanfaatan bagi sesama.
Di tengah sebuah awal yang ditandai dengan prosesi peresmian, Kang Dahlan yang juga pendiri lembaga konsultan keuangan Dahlan Consultant itu, mengingatkan bahwa setiap kegiatan membutuhkan niat dan tujuan yang jelas. Menurut dia, keberkahan sebuah ikhtiar tidak hanya ditentukan oleh hasil yang terlihat, tetapi juga oleh seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain.
“Ya Allah, berkahilah acara peresmian dan potong tumpeng ini. Jadikanlah momentum ini sebagai awal dari perjalanan yang penuh kebaikan, kebermanfaatan, dan keberkahan,” ujar Kang Dahlan dalam doanya.
Ia berharap seluruh pihak yang terlibat mampu menjaga semangat kebersamaan dan konsistensi setelah acara peresmian berakhir. Sebab, sebuah kegiatan baru akan memiliki arti apabila mampu diwujudkan dalam kerja nyata dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Menurut Kang Dahlan, peresmian seharusnya menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk menjaga amanah sekaligus mempertahankan niat dalam menjalankan setiap kegiatan. Karena itu, ia memanjatkan doa agar seluruh usaha yang dilakukan diberikan kemudahan dan kelancaran.
“Satukan hati kami dalam kebaikan, kuatkan niat kami untuk memberikan manfaat kepada sesama, dan jauhkan kami dari segala kesulitan serta hal-hal yang tidak Engkau ridai,” ucap Kang Dahlan.
Doakan Kesehatan dan Rezeki yang Berkah
Dalam suasana penuh khidmat tersebut, doa tidak hanya ditujukan bagi kelancaran kegiatan. Asep juga menyampaikan permohonan untuk keluarga, pengurus, mitra, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan.
Ia mendoakan agar mereka senantiasa memperoleh kesehatan, rezeki yang halal dan berkah, kesuksesan, serta ketenteraman dalam menjalani kehidupan.
Doa tersebut sekaligus mempertegas pandangan bahwa sebuah ikhtiar tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian material. Setiap usaha diharapkan memiliki nilai kebaikan dan mampu memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara lebih luas.
“Limpahkan kesehatan, rezeki yang halal dan berkah, kesuksesan, serta ketenteraman kepada seluruh keluarga, pengurus, mitra, dan semua pihak yang telah mendukung perjalanan ini,” ucapnya.
Peresmian Diharapkan Menjadi Awal Amal Berkelanjutan
Setiap acara peresmian memiliki momen awal, tetapi tantangan sesungguhnya justru dimulai setelah seremoni selesai. Hal itulah yang menjadi salah satu pesan utama dalam doa Asep Dahlan.
Ia berharap apa yang dimulai melalui prosesi peresmian tersebut tidak berhenti sebagai simbol, melainkan berkembang menjadi kegiatan yang mampu memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Tradisi potong tumpeng pun dimaknai bukan sekadar pelengkap acara. Prosesi tersebut menjadi simbol rasa syukur sekaligus harapan agar perjalanan baru yang dimulai dapat memperoleh ridha dan keberkahan Allah SWT.
“Jadikanlah apa yang kami mulai hari ini bukan hanya sebuah simbol peresmian, tetapi menjadi awal dari amal yang terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Doa kemudian ditutup dengan permohonan agar seluruh amal, usaha, dan ikhtiar yang dilakukan diterima oleh Allah SWT. Asep juga memanjatkan doa untuk memperoleh kebaikan di dunia dan akhirat serta perlindungan dari siksa neraka.
“Rabbana taqabbal minna innaka antas-sami’ul ‘alim. Wa tub ‘alaina innaka antat-tawwabur-rahim.”
“Rabbana atina fid-dunya hasanah, wa fil-akhirati hasanah, wa qina ‘adzaban nar.”
Setelah doa selesai, prosesi potong tumpeng dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian peresmian. Suasana tersebut menjadi penanda dimulainya perjalanan baru yang diharapkan tidak hanya membawa keberkahan bagi pihak yang terlibat, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.
Bagi Kang Dahlan, keberhasilan sebuah kegiatan pada akhirnya tidak cukup diukur dari bagaimana sebuah program dimulai. Ukuran yang lebih penting adalah seberapa besar manfaat yang mampu dihadirkan, dirasakan, dan dipertahankan bagi orang lain.
Dengan semangat tersebut, momentum peresmian diharapkan menjadi titik awal dari ikhtiar yang lebih panjang—bukan sekadar sebuah seremoni, melainkan langkah nyata untuk menumbuhkan kebaikan dan kebermanfaatan yang terus berlanjut. ***

