OJK Ungkap Dampak PHK Tekan Pembiayaan Kendaraan, Kredit Mobil Multifinance Turun 3,61 Persen

Date:

DCNews, Jakarta – Perlambatan ekonomi yang dibayangi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) mulai terasa di sektor pembiayaan kendaraan bermotor. Ketika daya beli masyarakat melemah dan keputusan membeli kendaraan ditunda, perusahaan multifinance ikut merasakan tekanan. Data terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan pembiayaan kendaraan masih mencatatkan kontraksi pada Mei 2026, mencerminkan belum pulihnya permintaan di pasar otomotif nasional.

OJK mencatat total pembiayaan kendaraan bermotor pada Mei 2026 mencapai Rp402,49 triliun, turun 1,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan paling dalam terjadi pada segmen pembiayaan mobil baru dan bekas yang menyusut 3,61 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp232,74 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, mengatakan perlambatan tersebut tidak terlepas dari kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk meningkatnya PHK di sejumlah sektor industri.

“Dinamika perekonomian, termasuk dampak PHK, dapat memengaruhi kinerja industri pembiayaan kendaraan,” kata Agusman dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Senin (3/8/2026).

Tekanan terhadap pembiayaan kendaraan mencerminkan hubungan erat antara kondisi ketenagakerjaan dengan konsumsi masyarakat. Ketidakpastian pendapatan membuat rumah tangga cenderung menunda pembelian barang bernilai besar, termasuk kendaraan bermotor, sehingga permintaan kredit kendaraan ikut melambat.

OJK Optimistis Tren Akan Berbalik

Meski masih berada dalam fase kontraksi, OJK memandang prospek industri multifinance hingga akhir 2026 tetap terbuka. Harapan tersebut didasarkan pada potensi membaiknya aktivitas ekonomi pada semester kedua tahun ini yang diperkirakan dapat mengangkat kembali permintaan pembiayaan kendaraan.

Menurut Agusman, perusahaan pembiayaan juga terus didorong untuk menjaga kualitas pembiayaan agar pertumbuhan industri berlangsung secara sehat dan berkelanjutan.

“Perusahaan pembiayaan terus didorong untuk memperkuat kualitas penyaluran dan penerapan prinsip kehati-hatian guna menjaga kinerja industri tetap sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pendekatan tersebut dinilai penting mengingat perlambatan ekonomi tidak hanya berisiko menekan penyaluran pembiayaan, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko kredit bermasalah apabila kualitas debitur menurun.

Penjualan Mobil Mulai Pulih

Di tengah tekanan pada industri pembiayaan, sektor otomotif mulai menunjukkan sinyal pemulihan. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menargetkan penjualan mobil secara wholesales mencapai 850.000 unit sepanjang 2026, meningkat sekitar 5 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.

Hingga semester I 2026, penjualan kendaraan telah mencapai sekitar 436.000 unit, atau tumbuh 15,9 persen secara tahunan. Kenaikan tersebut didorong meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik (electric vehicle/EV) serta momentum penyelenggaraan pameran otomotif GIIAS 2026 yang mampu mengerek transaksi penjualan.

Bagi industri multifinance, membaiknya penjualan kendaraan menjadi indikator penting karena sebagian besar transaksi kendaraan masih bergantung pada fasilitas pembiayaan. Jika tren penjualan berlanjut hingga akhir tahun dan kondisi pasar tenaga kerja mulai stabil, permintaan kredit kendaraan diperkirakan ikut meningkat sehingga dapat membantu mengakhiri fase kontraksi yang masih membayangi industri pembiayaan nasional. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Dugaan TPPU di Sektor Kuliner, OJK Telusuri Aliran Dana Coffee Shop dan Pemilik Manfaat

DCNews, Sultra - Di balik menjamurnya bisnis kafe dan...

Harga Emas Antam Hari Ini 3 Agustus 2026 Stabil di Rp2,603 Juta per Gram

DCNews, Jakarta — Pergerakan harga emas batangan PT Aneka...

Ramai Mal Dipagari, Antara Kekhawatiran Publik dan Penjelasan Apindo

DCNews, Jakarta  — Pagar-pagar yang belakangan berdiri di sejumlah...

Modus Penipuan Pinjol dan Investasi Ilegal Kian Canggih, OJK Tutup 951 Entitas Ilegal saat Outstanding Tembus Rp102 Triliu

DCNewa, Jakarta — Di balik pesatnya pertumbuhan industri pinjaman...