DCNews, Jakarta — Pergerakan harga emas di Pegadaian menunjukkan tren yang beragam pada perdagangan Rabu (10/6/2026). Di tengah meningkatnya perhatian investor terhadap aset safe haven akibat ketidakpastian ekonomi global, harga emas Antam tercatat mengalami penurunan, sementara emas UBS dan Galeri24 bertahan pada level yang sama seperti hari sebelumnya.
Data yang dikutip dari laman Sahabat Pegadaian pada pukul 07.41 WIB menunjukkan harga emas Antam turun Rp10.000 menjadi Rp2.843.000 per gram. Sebaliknya, harga emas UBS tetap berada di level Rp2.757.000 per gram dan Galeri24 stabil di Rp2.734.000 per gram.
Penurunan harga Antam terjadi setelah sehari sebelumnya logam mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk tersebut diperdagangkan pada harga Rp2.853.000 per gram. Sementara itu, harga emas UBS dan Galeri24 tidak mengalami perubahan dibandingkan perdagangan Selasa (9/6/2026).
Di Pegadaian, emas Galeri24 tersedia mulai dari ukuran 0,5 gram hingga 1 kilogram. Emas UBS dipasarkan dalam ukuran 0,5 gram hingga 500 gram, sedangkan emas Antam yang tersedia hanya sampai ukuran 100 gram.
Berikut rincian harga emas Galeri24 pada Rabu (10/6/2026):
- 0,5 gram: Rp1.434.000
- 1 gram: Rp2.734.000
- 2 gram: Rp5.402.000
- 5 gram: Rp13.405.000
- 10 gram: Rp26.739.000
- 25 gram: Rp66.487.000
- 50 gram: Rp132.868.000
- 100 gram: Rp265.605.000
- 250 gram: Rp662.381.000
- 500 gram: Rp1.324.761.000
- 1.000 gram: Rp2.649.521.000
Meski terjadi koreksi pada emas Antam, pelaku pasar masih memandang emas sebagai instrumen lindung nilai yang menarik di tengah dinamika ekonomi global, pergerakan suku bunga bank sentral, serta fluktuasi nilai tukar mata uang utama dunia.
Analisis Dahlan Consultant: Koreksi Harha Antam Cerminan Penyesuaian Pasar
Konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan, menilai stabilnya harga emas UBS dan Galeri24 menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap investasi emas fisik masih cukup kuat. Menurutnya, koreksi harga Antam saat ini lebih mencerminkan penyesuaian pasar jangka pendek dibandingkan perubahan fundamental yang signifikan.
“Bagi investor ritel, penurunan harga seperti ini justru dapat menjadi momentum akumulasi secara bertahap. Namun, masyarakat tetap perlu memperhatikan tujuan investasi dan jangka waktu kepemilikan. Emas lebih tepat dijadikan instrumen pelindung nilai dan diversifikasi portofolio daripada sarana mencari keuntungan cepat,” kata Asep.
Ia menambahkan, ketidakpastian ekonomi global dan potensi perubahan kebijakan moneter sejumlah bank sentral masih berpotensi menjaga harga emas pada level tinggi sepanjang tahun 2026. Karena itu, investor disarankan menerapkan strategi pembelian berkala (dollar cost averaging) untuk mengurangi risiko volatilitas harga dalam jangka pendek. ***

