DCNews, Jakarta — Harga emas batangan yang dipasarkan melalui Pegadaian terpantau bergerak stabil pada perdagangan Senin (1/6/2026). Produk emas Antam, UBS, dan Galeri24 tidak mengalami perubahan harga dibandingkan posisi sehari sebelumnya, menandakan pasar logam mulia masih berada dalam fase konsolidasi setelah sejumlah gejolak ekonomi global dalam beberapa pekan terakhir.
Di tengah ketidakpastian arah suku bunga global dan dinamika pasar keuangan internasional, investor emas domestik cenderung mengambil sikap menunggu. Kondisi tersebut tercermin dari harga jual emas di Pegadaian yang bertahan pada level yang sama sejak Minggu (31/5/2026).
Berdasarkan data resmi dari Sahabat Pegadaian yang dikutip pada pukul 07.15 WIB, harga emas Antam masih berada di level Rp2.911.000 per gram. Sementara emas UBS dipatok Rp2.850.000 per gram dan emas Galeri24 bertahan di Rp2.794.000 per gram.
Adapun rincian harga emas yang berlaku hari ini adalah sebagai berikut:
Emas Antam
- 0,5 gram: Rp1.508.000
- 1 gram: Rp2.911.000
- 2 gram: Rp5.760.000
- 3 gram: Rp8.614.000
- 5 gram: Rp14.321.000
- 10 gram: Rp28.585.000
- 25 gram: Rp71.331.000
- 50 gram: Rp142.579.000
- 100 gram: Rp285.077.000
Emas UBS
- 0,5 gram: Rp1.541.000
- 1 gram: Rp2.850.000
- 2 gram: Rp5.656.000
- 5 gram: Rp13.977.000
- 10 gram: Rp27.809.000
- 25 gram: Rp69.385.000
- 50 gram: Rp138.483.000
- 100 gram: Rp276.858.000
- 250 gram: Rp691.940.000
- 500 gram: Rp1.382.255.000
Emas Galeri24
- 0,5 gram: Rp1.465.000
- 1 gram: Rp2.794.000
- 2 gram: Rp5.520.000
- 5 gram: Rp13.698.000
- 10 gram: Rp27.323.000
- 25 gram: Rp67.939.000
- 50 gram: Rp135.769.000
- 100 gram: Rp271.404.000
- 250 gram: Rp676.843.000
- 500 gram: Rp1.353.685.000
- 1.000 gram: Rp2.707.370.000
Analisis Dahlan Consultant: Harga Stabil Jadi Momentum Akumulasi
Konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan yang akrab disapa Kang Dahlan, menilai stabilnya harga emas saat ini menunjukkan pasar sedang mencari keseimbangan baru setelah periode kenaikan yang cukup tinggi dalam beberapa bulan terakhir.
“Ketika harga emas bergerak datar atau stabil dalam beberapa hari perdagangan, kondisi ini justru sering dimanfaatkan investor jangka panjang untuk melakukan akumulasi secara bertahap. Mereka tidak mengejar momentum kenaikan sesaat, melainkan fokus pada perlindungan nilai aset dalam jangka panjang,” ujar Kang Dahlan.
Menurutnya, emas masih menjadi salah satu instrumen lindung nilai (safe haven) yang menarik di tengah ketidakpastian ekonomi global, tekanan geopolitik, serta potensi perubahan kebijakan moneter negara-negara maju.
Kang Dahlan juga mengingatkan masyarakat agar tidak hanya melihat pergerakan harga harian. “Investor perlu memperhatikan tujuan keuangan dan horizon investasi. Untuk kebutuhan jangka panjang, strategi membeli secara berkala atau dollar cost averaging masih relevan dibandingkan mencoba menebak titik harga terendah,” katanya.
Ia memperkirakan minat masyarakat terhadap emas fisik tetap akan tinggi sepanjang semester kedua 2026, terutama jika volatilitas pasar saham dan nilai tukar kembali meningkat. ***

