DCNews, Palu — Di tengah meningkatnya kasus jeratan pinjaman online ilegal dan kejahatan finansial digital di Sulawesi Tengah, Pemerintah Kota Palu mulai memperkuat langkah edukasi literasi keuangan bagi generasi muda. Upaya itu ditandai dengan pertemuan antara Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, SE, dan jajaran manajemen Hanna Asa Indonesia di Rumah Jabatan Wali Kota Palu, Senin (18/5/2026).
Pertemuan tersebut membahas kolaborasi strategis untuk memperluas edukasi pengelolaan keuangan sehat bagi kalangan muda di Sulawesi Tengah, termasuk persiapan kegiatan bertajuk Smart Financial Journey yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (23/5/2026).
Founder Hanna Asa Indonesia, Mardiyah, mengatakan audiensi dengan Pemerintah Kota Palu menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi sekaligus memaparkan agenda perusahaan dalam mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat.
Menurut dia, kondisi ekonomi yang semakin kompleks membuat generasi muda rentan menghadapi persoalan finansial, terutama akibat minimnya pemahaman pengelolaan uang dan ketiadaan dana darurat.
“Banyak anak muda yang akhirnya terlilit pinjol karena tidak memiliki dana darurat dan belum memahami pengelolaan keuangan secara benar. Melalui Smart Financial Journey nanti, ratusan anak muda Sulteng akan berkumpul di Hana Homestay untuk belajar langsung tentang keuangan yang sehat,” kata Mardiyah usai pertemuan.
Ia juga menyoroti tingginya angka korban kejahatan keuangan digital atau online scam di Sulawesi Tengah. Kelompok usia muda disebut menjadi salah satu yang paling rentan terjebak dalam praktik pinjaman online ilegal.
Berdasarkan survei nasional 2025 dari Otoritas Jasa Keuangan dan Badan Pusat Statistik, tingkat inklusi keuangan masyarakat Indonesia telah mencapai 80,51 persen. Namun, tingkat literasi keuangan baru berada di angka 66,46 persen.
“Artinya masyarakat sudah banyak menggunakan produk atau layanan keuangan, tetapi belum memahami cara mengelolanya secara bijak. Kesenjangan ini yang perlu dibenahi bersama,” ujar Mardiyah.
Manajemen Hanna Asa Indonesia turut mengapresiasi dukungan Wali Kota Palu terhadap program inklusi dan edukasi finansial yang disebut konsisten diberikan selama dua tahun terakhir.
Kegiatan Smart Financial Journey nantinya juga akan disiarkan secara langsung melalui Instagram agar jangkauan edukasi dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
“Kami ingin Kota Palu menjadi salah satu role model di Indonesia Timur dalam pelaksanaan edukasi literasi keuangan bagi generasi muda,” kata Mardiyah. ***

