DCNews, Jakarta — Harga emas batangan di Pegadaian terpantau bergerak stabil pada perdagangan Senin pagi, 18 Mei 2026. Produk emas dari tiga merek utama yakni Antam, UBS, dan Galeri24 belum mengalami perubahan dibandingkan posisi perdagangan sehari sebelumnya.
Berdasarkan data resmi dari layanan Sahabat Pegadaian pada pukul 07.30 WIB, harga emas Antam masih bertahan di level Rp2.866.000 per gram. Sementara emas UBS dipatok Rp2.793.000 per gram dan Galeri24 berada di posisi Rp2.764.000 per gram.
Stabilnya harga emas domestik mencerminkan sikap wait and see pelaku pasar terhadap arah kebijakan suku bunga global serta pergerakan nilai tukar dolar AS. Di tengah ketidakpastian ekonomi dunia, emas masih menjadi instrumen lindung nilai yang diminati masyarakat.
Pegadaian sendiri menyediakan beragam pilihan ukuran emas untuk memenuhi kebutuhan investasi masyarakat, mulai dari pecahan kecil hingga ukuran jumbo.
Produk Galeri24 tersedia mulai 0,5 gram hingga 1 kilogram. Sementara UBS dipasarkan dari ukuran 0,5 gram sampai 500 gram, sedangkan Antam tersedia mulai 0,5 gram hingga 100 gram.
Berikut rincian harga emas di Pegadaian per Senin, 18 Mei 2026:
Harga Emas Galeri24
- 0,5 gram: Rp1.450.000
- 1 gram: Rp2.764.000
- 2 gram: Rp5.462.000
- 5 gram: Rp13.554.000
- 10 gram: Rp27.036.000
- 25 gram: Rp67.226.000
- 50 gram: Rp134.345.000
- 100 gram: Rp268.558.000
- 250 gram: Rp669.744.000
- 500 gram: Rp1.339.486.000
- 1.000 gram: Rp2.678.971.000
Harga Emas Antam
- 0,5 gram: Rp1.486.000
- 1 gram: Rp2.866.000
- 2 gram: Rp5.670.000
- 3 gram: Rp8.479.000
- 5 gram: Rp14.097.000
- 10 gram: Rp28.137.000
- 25 gram: Rp70.212.000
- 50 gram: Rp140.341.000
- 100 gram: Rp280.601.000
Harga Emas UBS
- 0,5 gram: Rp1.509.000
- 1 gram: Rp2.793.000
- 2 gram: Rp5.542.000
- 5 gram: Rp13.693.000
- 10 gram: Rp27.243.000
- 25 gram: Rp67.974.000
- 50 gram: Rp135.668.000
- 100 gram: Rp271.231.000
- 250 gram: Rp677.876.000
- 500 gram: Rp1.354.161.000
Analisis Dahlan Consultant: Pasar Sedang Mencari Keseimbangan Baru
Konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan yang akrab disapa Kang Dahlan, menilai stabilnya harga emas saat ini menunjukkan pasar sedang mencari keseimbangan baru setelah volatilitas tinggi beberapa bulan terakhir. Menurutnya, emas masih relevan sebagai instrumen penyimpan nilai di tengah tekanan inflasi dan ketidakpastian geopolitik global.
“Investor ritel sebaiknya tidak hanya terpaku pada kenaikan harga harian. Emas lebih tepat dijadikan instrumen proteksi jangka menengah hingga panjang, terutama untuk menjaga nilai aset di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil,” ujar Kang Dahlan.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap memperhatikan momentum pembelian dan menyesuaikan investasi emas dengan profil risiko serta kebutuhan likuiditas masing-masing. ***

