DCNews, DepokĀ – Ketegangan kembali mewarnai jalanan Kota Depok setelah aksi penarikan kendaraan oleh debt collector memicu keributan di tengah permukiman warga. Insiden yang melibatkan seorang pengemudi ojek online perempuan itu terjadi di kawasan Jalan Sentosa, Sukmajaya, dan viral di media sosial setelah video kericuhan tersebar luas.
Seorang pengemudi ojek online wanita diduga menjadi korban upaya penarikan paksa sepeda motor oleh sejumlah debt collector di Jalan Sentosa, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, Selasa (5/5/2026). Aksi yang dilakukan di tengah jalan itu memancing kemarahan warga dan para driver ojol yang berada di sekitar lokasi.
Menurut informasi yang beredar, korban sedang melintas saat beberapa debt collector menghadangnya. Mereka diduga berusaha menyita kendaraan yang digunakan korban untuk bekerja sehari-hari.
Situasi kemudian berubah ricuh setelah warga menilai tindakan tersebut dilakukan secara intimidatif dan tanpa pendekatan persuasif.
Sejumlah pengemudi ojol yang mengetahui kejadian itu langsung mendatangi lokasi. Adu mulut antara debt collector dan warga pun tak terhindarkan.
Beberapa warga terdengar mengecam tindakan penarikan kendaraan yang dilakukan di ruang publik karena dianggap meresahkan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan lain.
Keributan sempat memanas sebelum akhirnya sejumlah warga berusaha melerai kedua pihak agar situasi tidak semakin memburuk. Tidak ada laporan korban luka dalam insiden tersebut, namun peristiwa itu kembali memunculkan sorotan terhadap praktik penarikan kendaraan oleh debt collector di lapangan.
Kasus penarikan kendaraan oleh debt collector sebelumnya juga kerap menuai kontroversi, terutama ketika dilakukan secara paksa di jalan raya tanpa pendampingan aparat berwenang. Banyak masyarakat mempertanyakan legalitas dan prosedur penagihan yang dinilai kerap menimbulkan intimidasi terhadap debitur.
Hingga kini, Kamis (7/5/2026) belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai status kendaraan maupun identitas debt collector yang terlibat dalam insiden tersebut.
Polisi disebut tengah menelusuri video viral dan mengumpulkan informasi dari saksi di lokasi kejadian. ***

