DCNews, Jakarta — Harga emas di platform Sahabat Pegadaian terpantau stagnan pada perdagangan Senin (27/4/2026) pagi, di tengah minimnya sentimen global yang mampu menggerakkan pasar logam mulia. Tiga produk utama—Antam, UBS, dan Galeri24—kompak tidak mengalami perubahan harga dibandingkan hari sebelumnya.
Berdasarkan pembaruan pukul 07.25 WIB, harga emas Antam bertahan di Rp2.938.000 per gram, UBS di Rp2.879.000 per gram, dan Galeri24 di Rp2.820.000 per gram. Angka tersebut identik dengan posisi harga pada Minggu (26/4), mencerminkan fase konsolidasi pasar setelah fluktuasi dalam beberapa pekan terakhir.
Stabilnya harga ini terjadi saat pelaku pasar menunggu arah kebijakan moneter global, terutama dari bank sentral Amerika Serikat, yang kerap menjadi katalis utama pergerakan harga emas dunia.
Di sisi penjualan, Pegadaian menyediakan beragam pilihan ukuran untuk masing-masing produk. Emas Galeri24 tersedia mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram, UBS dari 0,5 gram hingga 500 gram, sementara Antam di platform ini ditampilkan hingga ukuran 100 gram. Untuk pembaruan harga resmi Antam, investor biasanya merujuk laman Logam Mulia yang diperbarui setelah pukul 08.30 WIB.
Berikut rincian harga emas di Sahabat Pegadaian:
Galeri24
- 0,5 gram: Rp1.480.000
- 1 gram: Rp2.820.000
- 2 gram: Rp5.573.000
- 5 gram: Rp13.831.000
- 10 gram: Rp27.588.000
- 25 gram: Rp68.599.000
- 50 gram: Rp137.088.000
- 100 gram: Rp274.040.000
- 250 gram: Rp683.417.000
- 500 gram: Rp1.366.833.000
- 1.000 gram: Rp2.733.665.000
Antam
- 0,5 gram: Rp1.522.000
- 1 gram: Rp2.938.000
- 2 gram: Rp5.814.000
- 3 gram: Rp8.695.000
- 5 gram: Rp14.456.000
- 10 gram: Rp28.855.000
- 25 gram: Rp72.007.000
- 50 gram: Rp143.931.000
- 100 gram: Rp287.781.000
UBS
- 0,5 gram: Rp1.556.000
- 1 gram: Rp2.879.000
- 2 gram: Rp5.714.000
- 5 gram: Rp14.119.000
- 10 gram: Rp28.089.000
- 25 gram: Rp70.083.000
- 50 gram: Rp139.877.000
- 100 gram: Rp279.644.000
- 250 gram: Rp698.904.000
- 500 gram: Rp1.396.167.000
Analisis Dahlan Consultant: Fase Menunggu yang Sehat di Pasar Emas
Di tengah pergerakan yang cenderung datar ini, konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan, menilai kondisi stagnan justru mencerminkan fase “menunggu” yang sehat di pasar emas.
“Kondisi harga yang tidak bergerak bukan berarti tidak menarik. Ini justru fase konsolidasi yang biasanya menjadi titik masuk bagi investor jangka menengah hingga panjang,” ujar pria yang akrab disapa Kang Dahlan.
Ia menambahkan, dengan ketidakpastian ekonomi global dan potensi pelemahan nilai tukar di sejumlah negara berkembang, emas masih relevan sebagai instrumen lindung nilai. Namun, ia mengingatkan investor untuk tetap memperhatikan momentum dan tidak membeli secara emosional saat harga mendekati puncak. ***

