DCNews, Jakarta — Di tengah derasnya arus informasi digital yang kian sulit dibendung, anggota DPR RI Once Mekel mengingatkan potensi bahaya hoaks yang semakin mudah memengaruhi generasi muda. Ia menilai, tanpa fondasi nilai yang kuat, disinformasi di media sosial dapat mempercepat polarisasi sosial di Indonesia.
Mantan vokalis Dewa 19 itu mengungkapkan kekhawatirannya bahwa generasi muda menjadi kelompok paling rentan terpapar hoaks, seiring tingginya intensitas konsumsi informasi digital.
“Hoaks sekarang sangat mudah menyebar dan generasi muda jadi salah satu yang paling rentan terpengaruh. Karena itu penting sekali punya pegangan nilai yang kuat,” ujar Once saat dihubungi, Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, teknologi pada dasarnya bersifat netral. Namun, tanpa literasi yang memadai, teknologi justru berpotensi menjadi alat yang memperuncing perpecahan di tengah masyarakat.
“Teknologi itu netral. Yang menentukan baik atau buruk adalah bagaimana kita menggunakannya. Nilai Pancasila harus hadir, termasuk di ruang digital,” tegas legislator dari PDI Perjuangan tersebut.
Dalam konteks yang lebih luas, Once juga menyinggung berbagai konflik global sebagai cerminan dari rapuhnya toleransi dan lemahnya fondasi kebangsaan. Ia menilai, kondisi tersebut menjadi pelajaran penting bagi Indonesia untuk terus menjaga persatuan.
“Kalau tidak punya fondasi kebangsaan yang kuat, bangsa mana pun bisa terpecah,” katanya.
Ia pun menekankan peran strategis generasi muda sebagai garda terdepan dalam menyaring informasi. Di tengah banjir konten digital, anak muda diharapkan tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu berperan sebagai agen penyejuk.
“Anak muda harus jadi penjernih, bukan ikut memperkeruh situasi,” pungkas Once. ***

