DCNews, Magelang — Dalam suasana duka yang menyelimuti, jenazah Sersan Kepala (Serka) Anumerta Muhammad Nur Ichwan, prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon, tiba di rumah duka di Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (4/4) malam.
Kepulangan almarhum menjadi pengingat akan risiko besar yang dihadapi prajurit Indonesia dalam menjalankan tugas internasional di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa. Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan merupakan bagian dari Kontingen Garuda yang bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), salah satu operasi penjaga perdamaian PBB di kawasan konflik Timur Tengah.
Panglima Komando Daerah Militer IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, menyampaikan duka mendalam atas gugurnya prajurit tersebut. Ia menegaskan bahwa kepergian almarhum merupakan kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi institusi TNI.
“Atas nama keluarga besar Kodam IX/Udayana, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas gugurnya saudara kami, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan,” ujar Piek dalam keterangannya.
Sebelum tiba di Magelang, jenazah almarhum terlebih dahulu disemayamkan melalui upacara militer di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pada Sabtu sore. Prosesi tersebut menjadi bentuk penghormatan terakhir dari negara atas pengabdian almarhum.
Jenazah kemudian diterbangkan menuju Pangkalan TNI AU Adisutjipto sebelum diserahkan kepada pihak keluarga dan diberangkatkan ke rumah duka di Magelang dengan pengawalan militer.
Pihak Kodam IX/Udayana turut memastikan seluruh proses pemulangan jenazah berjalan lancar hingga tiba di rumah duka. Upacara persemayaman dijadwalkan berlangsung pada Minggu (5/4) pukul 08.00 WIB.
Selanjutnya, almarhum akan dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Giri Dharmaloyo pada pukul 09.00 WIB. Upacara pemakaman rencananya dipimpin langsung oleh Wakil Panglima TNI sebagai inspektur upacara.
Kepergian Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan menambah daftar panjang prajurit Indonesia yang gugur dalam tugas menjaga perdamaian dunia—sebuah pengorbanan yang menjadi bagian dari komitmen Indonesia dalam misi kemanusiaan global. ***

