DCNews, Jakarta — Pergerakan harga emas di pasar domestik kembali menunjukkan dinamika beragam pada Jumat pagi (3/4/2026), mencerminkan sentimen global dan fluktuasi nilai tukar yang masih membayangi instrumen investasi logam mulia.
Berdasarkan data dari laman Sahabat Pegadaian pada pukul 07.40 WIB, harga emas produksi Antam tercatat naik menjadi Rp3.039.000 per gram. Sementara itu, emas UBS dan Galeri24 justru mengalami penurunan masing-masing ke level Rp2.917.000 dan Rp2.903.000 per gram.
Sebagai perbandingan, pada Kamis (2/4) pagi, harga emas UBS berada di Rp2.923.000 per gram, Antam Rp3.019.000 per gram, dan Galeri24 Rp2.908.000 per gram. Perubahan ini menandakan adanya pergeseran minat pasar serta respons terhadap kondisi eksternal yang terus berkembang.
Pegadaian mengingatkan bahwa harga emas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan pasar global. Selain itu, tiap produk memiliki variasi ukuran yang berbeda. Galeri24 tersedia mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram, UBS dari 0,5 gram hingga 500 gram, sedangkan Antam di Pegadaian ditampilkan hingga ukuran 100 gram. Adapun pembaruan harga emas Antam di laman Logam Mulia biasanya dilakukan setelah pukul 08.30 WIB.
Rincian Harga Emas Pegadaian:
Galeri24
- 0,5 gram: Rp1.523.000
- 1 gram: Rp2.903.000
- 2 gram: Rp5.736.000
- 5 gram: Rp14.235.000
- 10 gram: Rp28.395.000
- 25 gram: Rp70.605.000
- 50 gram: Rp141.097.000
- 100 gram: Rp282.054.000
- 250 gram: Rp703.402.000
- 500 gram: Rp1.406.802.000
- 1.000 gram: Rp2.813.603.000
Antam
- 0,5 gram: Rp1.572.000
- 1 gram: Rp3.039.000
- 2 gram: Rp6.016.000
- 3 gram: Rp8.998.000
- 5 gram: Rp14.961.000
- 10 gram: Rp29.864.000
- 25 gram: Rp74.529.000
- 50 gram: Rp148.975.000
- 100 gram: Rp297.869.000
UBS
- 0,5 gram: Rp1.577.000
- 1 gram: Rp2.917.000
- 2 gram: Rp5.789.000
- 5 gram: Rp14.304.000
- 10 gram: Rp28.459.000
- 25 gram: Rp71.005.000
- 50 gram: Rp141.720.000
- 100 gram: Rp283.328.000
- 250 gram: Rp708.109.000
- 500 gram: Rp1.414.556.000
Analisis Dahlan Consultant: Emas Masih Menjadi Instrumen Save Haven
Di tengah pergerakan harga yang fluktuatif, konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan atau yang akrab disapa Kang Dahlan, menilai emas masih menjadi instrumen lindung nilai (safe haven) yang relevan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Menurutnya, kenaikan harga emas Antam di saat produk lain melemah menunjukkan adanya preferensi investor terhadap merek dengan likuiditas tinggi dan kepercayaan pasar yang lebih kuat. “Investor ritel perlu melihat tren jangka panjang, bukan hanya pergerakan harian. Emas tetap cocok sebagai instrumen diversifikasi, terutama saat tekanan inflasi dan gejolak geopolitik meningkat,” ujar Kang Dahlan.
Ia juga menyarankan agar masyarakat membeli emas secara bertahap (averaging) untuk meminimalkan risiko volatilitas harga, sekaligus menjaga keseimbangan portofolio keuangan di tengah kondisi pasar yang belum stabil. ***

