DCNews, Jakarta — Harga emas di Pegadaian kembali menguat pada perdagangan Rabu (1/4/2026) pagi, mencerminkan tren kenaikan yang masih berlanjut di tengah ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya minat masyarakat terhadap aset lindung nilai.
Berdasarkan laman Sahabat Pegadaian per pukul 05.32 WIB, harga emas untuk tiga produk utama—UBS, Antam, dan Galeri24—masing-masing tercatat naik menjadi Rp2.857.000, Rp2.941.000, dan Rp2.844.000 per gram. Kenaikan ini melanjutkan tren dari sehari sebelumnya, Selasa (31/3), ketika harga berada di level Rp2.846.000 (UBS), Rp2.937.000 (Antam), dan Rp2.833.000 (Galeri24) per gram.
Pergerakan harga emas tersebut bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti fluktuasi pasar global serta nilai tukar rupiah.
Di Pegadaian, emas Galeri24 tersedia dalam berbagai ukuran mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram. Sementara itu, emas UBS dijual dari 0,5 gram hingga 500 gram, dan emas Antam tersedia mulai 0,5 gram hingga 100 gram. Adapun pembaruan harga emas Antam di laman resmi Logam Mulia umumnya dilakukan setelah pukul 08.30 WIB.
Rincian Harga Emas Pegadaian
Galeri24
- 0,5 gram: Rp1.492.000
- 1 gram: Rp2.844.000
- 2 gram: Rp5.619.000
- 5 gram: Rp13.943.000
- 10 gram: Rp27.811.000
- 25 gram: Rp69.152.000
- 50 gram: Rp138.195.000
- 100 gram: Rp276.254.000
- 250 gram: Rp688.939.000
- 500 gram: Rp1.377.877.000
- 1.000 gram: Rp2.755.754.000
Antam
- 0,5 gram: Rp1.523.000
- 1 gram: Rp2.941.000
- 2 gram: Rp5.818.000
- 3 gram: Rp8.701.000
- 5 gram: Rp14.467.000
- 10 gram: Rp28.876.000
- 25 gram: Rp72.059.000
- 50 gram: Rp144.035.000
- 100 gram: Rp287.989.000
UBS
- 0,5 gram: Rp1.544.000
- 1 gram: Rp2.857.000
- 2 gram: Rp5.670.000
- 5 gram: Rp14.010.000
- 10 gram: Rp27.873.000
- 25 gram: Rp69.546.000
- 50 gram: Rp138.806.000
- 100 gram: Rp277.502.000
- 250 gram: Rp693.550.000
- 500 gram: Rp1.385.471.000
Analisis: Emas Masih Jadi Safe Haven
Konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan, menilai kenaikan harga emas saat ini tidak terlepas dari meningkatnya ketidakpastian global, termasuk dinamika suku bunga dan tensi geopolitik.
“Emas masih menjadi instrumen lindung nilai yang paling dicari ketika volatilitas pasar meningkat. Kenaikan bertahap seperti sekarang menunjukkan permintaan tetap kuat,” ujarnya.
Menurut dia, tren ini juga didorong oleh perilaku investor domestik yang mulai mengalihkan sebagian portofolio dari instrumen berisiko ke aset yang lebih stabil.
Ia menyarankan masyarakat untuk tetap rasional dalam membeli emas. “Strategi terbaik adalah akumulasi bertahap (averaging), bukan membeli dalam jumlah besar saat harga sedang tinggi. Fokus pada tujuan jangka panjang,” kata dia.
Pria yang akrab disapa Kang Dahlan itu uga mengingatkan bahwa meski emas relatif aman, tetap ada risiko fluktuasi jangka pendek. Oleh karena itu, diversifikasi portofolio tetap menjadi kunci dalam menjaga stabilitas keuangan.
Dengan tren kenaikan yang masih terbuka, emas diperkirakan tetap menjadi pilihan utama investor ritel di tengah ketidakpastian ekonomi sepanjang 2026. ***

