Harga Emas Pegadaian Naik Hari Ini, Antam Tembus Rp2,93 Juta per Gram

Date:

DCNews,  Jakarta – Harga emas yang diperdagangkan melalui platform Sahabat Pegadaian mengalami kenaikan pada perdagangan Minggu pagi (28/3/2026), didorong tren penguatan logam mulia global dan meningkatnya minat lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi.

Berdasarkan data terbaru per pukul 07.24 WIB, harga emas Antam tercatat mencapai Rp2.937.000 per gram, naik dari posisi sehari sebelumnya di Rp2.909.000. Kenaikan juga terjadi pada produk UBS yang berada di level Rp2.832.000 dari sebelumnya Rp2.819.000, serta Galeri24 yang naik ke Rp2.818.000 dari Rp2.806.000 per gram.

Pergerakan ini menegaskan tren penguatan harga emas dalam beberapa hari terakhir, seiring meningkatnya permintaan investor terhadap aset safe haven.

Pegadaian mencatat bahwa harga emas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar global dan nilai tukar rupiah. Produk emas yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari pecahan kecil 0,5 gram hingga ukuran besar mencapai 1 kilogram, tergantung pada merek yang tersedia seperti Galeri24, UBS, dan Antam.

Berikut daftar lengkap harga emas masing-masing produk.

Galeri24

  • 0,5 gram: Rp1.479.000
  • 1 gram: Rp2.818.000.
  • 2 gram: Rp5.569.000
  • 5 gram: Rp13.821.000
  • 10 gram: Rp27.567.000
  • 25 gram: Rp68.545.000
  • 50 gram: Rp136.983.000
  • 100 gram: Rp273.829.000
  • 250 gram: Rp682.891.000
  • 500 gram: Rp1.365.781.000
  • 1.000 gram: Rp2.731.562.000

Antam

  • 0,5 gram: Rp1.521.000
  • 1 gram: Rp2.937.000
  • 2 gram: Rp5.811.000
  • 3 gram: Rp8.690.000
  • 5 gram: Rp14.449.000
  • 10 gram: Rp28.841.000
  • 25 gram: Rp71.971.000
  • 50 gram: Rp143.860.000
  • 100 gram: Rp287.639.000

UBS

  • 0,5 gram: Rp1.531.000
  • 1 gram: Rp2.832.000
  • 2 gram: Rp5.621.000
  • 5 gram: Rp13.887.000
  • 10 gram: Rp27.628.000
  • 25 gram: Rp68.935.000
  • 50 gram: Rp137.587.000
  • 100 gram: Rp275.066.000
  • 250 gram: Rp687.462.000
  • 500 gram: Rp1.373.310.000

Kenaikan harga ini mencerminkan respons pasar terhadap berbagai faktor eksternal, termasuk ekspektasi kebijakan suku bunga global, pergerakan dolar AS, serta ketegangan geopolitik yang masih berlangsung.

Analisis Dahlan Consultant

Konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan, menilai tren kenaikan emas saat ini masih memiliki ruang penguatan dalam jangka pendek. Menurutnya, kondisi pasar global yang cenderung tidak stabil membuat investor mempertahankan emas sebagai instrumen lindung nilai utama.

“Selama tekanan inflasi global belum sepenuhnya mereda dan arah kebijakan suku bunga bank sentral masih belum pasti, harga emas berpotensi tetap berada dalam tren naik,” ujarnya.

Namun demikian, Kang Dahlan mengingatkan investor untuk tetap mencermati volatilitas jangka pendek, terutama terkait fluktuasi nilai tukar rupiah dan respons pasar terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat. Dalam kondisi seperti ini, strategi akumulasi bertahap dinilai lebih bijak dibandingkan pembelian dalam jumlah besar sekaligus. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Kesenjangan Pembiayaan Rp1.650 Triliun Jadi Celah Pinjol Ilegal, AFPI: Perputaran Dana Capai Rp360 Triliun

DCNews, Jakarta – Besarnya kesenjangan pembiayaan masyarakat yang belum...

OJK Terima 25.729 Aduan Keuangan Ilegal Sepanjang 2026, Pinjol Ilegal Masih Mendominasi

DCNews, Jakarta – Gelombang pengaduan masyarakat terhadap aktivitas keuangan ilegal...

Harga Emas Antam Anjlok Rp29.000 Hari Ini ke Rp2,65 Juta per Gram, Saat Tepat Beli atau Tunggu?

DCNews, Jakarta – Setelah sempat melonjak tajam sehari sebelumnya,...

BKSAP DPR Bidik Prancis, Swiss, dan Jepang untuk Kembangkan Industri Vetiver Garut

DCNews, Garut – Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP)...