DCNews, Jakarta — Di tengah lonjakan arus balik Lebaran 2026 yang mulai memadati ruas tol utama menuju Ibu Kota, PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) menutup sementara Rest Area KM 52B di ruas Tol Jakarta–Cikampek arah Jakarta pada Selasa (24/3/2026). Kebijakan ini diambil untuk mengurai kepadatan kendaraan dan menjaga kelancaran arus lalu lintas.
Penutupan total rest area tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif terhadap tingginya volume kendaraan yang masuk ke area istirahat, yang berpotensi memicu antrean panjang hingga meluas ke badan jalan tol.
Vice President Corporate Secretary & Legal JTT, Ria Marlinda Paallo, mengatakan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari diskresi kepolisian berdasarkan kondisi lalu lintas di lapangan.
“Rest Area KM 52B Jalan Tol Jakarta–Cikampek ditutup sementara atas diskresi kepolisian. JTT bersama pihak kepolisian terus memantau kondisi lalu lintas secara berkala dan akan melakukan penyesuaian secara situasional,” ujarnya.
Ia menegaskan, penutupan ini bersifat fleksibel dan akan dibuka kembali menyesuaikan situasi arus kendaraan serta hasil koordinasi dengan aparat terkait.
Sebagai langkah mitigasi, JTT mengimbau pengguna jalan untuk memanfaatkan rest area alternatif. Bagi pengendara dari arah Tol Cipularang menuju Jakarta, dapat menggunakan rest area KM 97B, KM 88B, atau KM 72B. Sementara pengguna dari arah Tol Cipali disarankan beristirahat di rest area KM 130B atau KM 101B.
Jika rest area di dalam tol mengalami kepadatan, pengendara juga dianjurkan keluar melalui gerbang tol terdekat untuk beristirahat di luar ruas tol.
Selain pengaturan lalu lintas, masyarakat juga diminta menghindari perjalanan menuju wilayah Jabodetabek pada puncak arus balik yang diperkirakan terjadi pada 24, 28, dan 29 Maret 2026. Pemerintah turut mendorong pemanfaatan kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada 25–27 Maret 2026 guna mengurai kepadatan.
Di sisi lain, pengguna jalan dapat memanfaatkan insentif berupa diskon tarif tol sebesar 30 persen yang berlaku pada 26–27 Maret 2026 di sembilan ruas strategis Jasa Marga Group.
Sebelumnya, PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 2.217.462 kendaraan telah meninggalkan wilayah Jabodetabek selama periode H-10 hingga H+1 Idulfitri 1447 Hijriah (11–22 Maret 2026). Angka tersebut melonjak 27,1 persen dibandingkan kondisi normal yang tercatat sebanyak 1.744.683 kendaraan.
Lonjakan mobilitas ini menjadi indikator kuat bahwa puncak arus balik masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, sehingga rekayasa lalu lintas dan manajemen rest area menjadi krusial untuk menjaga kelancaran perjalanan. ***

