Debt Collector Hadang Pemudik di Cirebon, Polisi Tangkap Tiga Pelaku dan Kejar Lainnya

Date:

DCNews, Cirebon — Di tengah arus mudik yang seharusnya membawa rasa aman bagi para pelintas, seorang pemudik justru menghadapi situasi mencekam ketika kendaraannya diadang sekelompok orang yang mengaku sebagai debt collector di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Rabu kemarin (18/3/2026).

Insiden itu terjadi di Jalan Patra Raya, Desa Jadimulya, Kecamatan Gunung Jati, sekitar pukul 11.00 WIB, saat korban, Madromi (40), warga Tanjung Priok, Jakarta Utara, tengah beristirahat bersama keluarganya dalam perjalanan mudik. Situasi yang awalnya tenang berubah tegang ketika sejumlah orang mendekati korban dan mempermasalahkan tunggakan pembayaran kendaraan.

Menurut keterangan kepolisian, para pelaku diduga berupaya menarik kendaraan korban secara paksa di tempat. Adu argumentasi pun tak terhindarkan, hingga berujung pada tindakan kekerasan. Salah satu pelaku disebut sempat memukul korban di tengah perdebatan.

Merasa terancam, korban segera menghubungi layanan darurat Call Center 110 serta kanal pengaduan WhatsApp Lapor Kapolres. Respons cepat diberikan oleh petugas piket Polres Cirebon Kota yang langsung menuju lokasi kejadian.

Setibanya di lokasi, petugas mengamankan korban sekaligus beberapa orang yang diduga sebagai pelaku. Sementara itu, sejumlah lainnya melarikan diri dan kini masih dalam pengejaran aparat.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir praktik penarikan kendaraan secara sepihak di jalanan, terutama dalam momentum mudik yang rawan gangguan keamanan.

“Tidak ada ruang bagi praktik penarikan kendaraan secara paksa di jalanan, apalagi terhadap masyarakat yang sedang mudik. Tindakan seperti ini berpotensi membahayakan keselamatan dan mengganggu ketertiban,” ujar Eko dalam keterangannya yang diterima DCNews, Kamis (19/3/2026).

Polisi telah mengamankan tiga terduga pelaku berinisial HK (38) dan AS (32), warga Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, serta S (22), warga Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon. Ketiganya kini menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik.

Peristiwa ini menjadi sorotan di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat selama musim mudik Lebaran. Praktik penarikan kendaraan tanpa dasar hukum yang jelas dinilai tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga berpotensi merugikan dan membahayakan masyarakat.

Pihak kepolisian mengimbau warga untuk tetap waspada dan tidak ragu melaporkan setiap tindakan serupa melalui saluran resmi. Aparat, kata Eko, akan menindak tegas segala bentuk aksi premanisme yang meresahkan publik. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Soroti Dugaan Pelecehan oleh Debt Collector Kredivo PayLater pada Nasabah Wanita, Kang Dahlan Minta OJK Bertindak Tegas

DCNews, Jakarta – Dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan...

Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto, Perkuat Ekonomi Kerakyatan dari Akar Rumput

DCNews, Mojokerto – Danantara Indonesia menegaskan komitmennya memperkuat ekonomi...

Harga Emas Antam 22 Juli 2026 Stabil di Rp2,632 Juta per Gram, Simak Daftar Harga Terbaru

DCNews,  Jakarta — Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam)...

Polres Aceh Barat Daya Sidak HP Anggota, Pastikan Bebas Judi Online dan Pinjol Ilegal

DCNews, Aceh Barat Daya — Di tengah meningkatnya perhatian...