DCNews, Miami — Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi mengakui Delcy Rodríguez sebagai presiden Venezuela, menandai normalisasi hubungan diplomatik kedua negara sekaligus membuka peluang kerja sama strategis di sektor minyak dan mineral, termasuk emas. Keputusan ini diumumkan Trump saat forum Shield of the Americas Summit di Doral, Florida, Sabtu (7/3/2026).
Pengakuan tersebut menjadi titik balik dalam hubungan Washington–Caracas setelah bertahun-tahun ketegangan politik dan sanksi ekonomi. Trump menyatakan pemerintahan Rodríguez dinilai kooperatif dalam memulihkan aliran energi Venezuela ke pasar global, khususnya bagi perusahaan Amerika.
Dalam pidatonya di forum regional tersebut, Trump memuji kepemimpinan Rodríguez dan menilai kerja sama energi dengan Venezuela telah memberikan keuntungan ekonomi bagi kedua pihak. Menurutnya, peningkatan produksi minyak Venezuela memungkinkan perusahaan Amerika memperluas perdagangan energi sekaligus memperkuat rantai pasokan mineral strategis.
Pemerintah AS juga disebut telah menerbitkan sejumlah lisensi khusus yang memungkinkan perusahaan Amerika membeli, mengangkut, dan mengolah minyak mentah Venezuela. Kebijakan itu sekaligus membatasi keterlibatan perusahaan dari negara yang dianggap rival geopolitik Washington, seperti Rusia dan Iran, dalam sektor energi negara Amerika Selatan tersebut.
Transisi Kekuasaan Pasca Penangkapan Maduro
Perubahan arah hubungan AS–Venezuela terjadi setelah operasi militer Amerika pada awal Januari 2026 yang berujung pada penangkapan mantan presiden Venezuela Nicolás Maduro. Setelah peristiwa itu, Mahkamah Agung Venezuela menunjuk Rodríguez—yang sebelumnya menjabat wakil presiden—sebagai presiden sementara untuk menjaga kesinambungan pemerintahan.
Sejak mengambil alih pemerintahan, Rodríguez mendorong reformasi sektor energi dan membuka peluang investasi asing di industri minyak serta pertambangan Venezuela. Pemerintah AS menilai langkah tersebut sebagai bagian dari agenda stabilisasi ekonomi negara yang memiliki salah satu cadangan minyak terbesar di dunia.
Oposisi Kritik Kebijakan Trump
Meski demikian, keputusan Trump memicu kritik dari kelompok oposisi Venezuela. Tokoh oposisi María Corina Machado menilai Washington telah meninggalkan agenda transisi demokrasi dengan memilih bekerja sama dengan figur dari lingkaran pemerintahan lama.
Machado, yang sebelumnya diakui sebagian komunitas internasional sebagai pemenang pemilu 2024, menilai Rodríguez tetap mewakili jaringan politik yang dekat dengan sekutu Caracas seperti Rusia, China, dan Iran. Sementara itu, Gedung Putih menilai oposisi tidak memiliki dukungan domestik yang cukup untuk memimpin transisi politik di Venezuela.
Mengubah Dinamika Politik Amerika Latin
Pengakuan resmi terhadap Rodríguez juga diumumkan dalam rangkaian Shield of the Americas Summit, pertemuan yang mempertemukan sejumlah pemimpin Amerika Latin untuk membahas keamanan kawasan, perdagangan, serta kerja sama menghadapi kartel narkotika dan migrasi ilegal.
Langkah Washington ini secara efektif mengakhiri lebih dari tujuh tahun pembekuan hubungan diplomatik dengan Caracas. Sejumlah analis menilai kebijakan tersebut berpotensi mengubah peta geopolitik Amerika Latin, terutama dalam persaingan pengaruh energi dan mineral strategis antara Amerika Serikat dan kekuatan global lainnya. ***

