DCNews, Jakarta — Pasar keuangan global membuka pekan ini dengan pergerakan tajam yang mencerminkan pola risk-off yang jelas, dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik dan lonjakan aversi risiko investor pada Senin, 2 Maret 2026. Harga emas dan minyak mentah melonjak signifikan sebagai respons atas kekhawatiran gangguan pasokan energi serta potensi eskalasi konflik kawasan, sementara indeks saham teknologi dan sejumlah pasangan mata uang utama bergerak fluktuatif dan tertekan di tengah penguatan dolar AS sebagai aset lindung nilai utama.
Di sesi perdagangan Asia hingga awal Eropa, pelaku pasar cenderung mengalihkan dana ke aset aman (safe haven), mencerminkan sikap defensif terhadap ketidakpastian global yang masih berkembang tanpa sinyal de-eskalasi yang jelas.
Emas: Tren Penguatan Berlanjut, Bias Bullish Tetap Dominan
Harga emas melanjutkan tren penguatan seiring meningkatnya permintaan terhadap aset aman. Logam mulia ini mendapat dukungan dari kombinasi faktor geopolitik dan ekspektasi bahwa ketidakstabilan global dapat memperpanjang tekanan inflasi energi. Secara teknikal, emas mempertahankan bias bullish selama bertahan di atas level support jangka pendek, dengan potensi menguji level resistance psikologis berikutnya.
Minyak Mentah: Lonjakan Harga Dipicu Kekhawatiran Gangguan Pasokan Timur Tengah
Harga minyak mentah melonjak tajam di tengah kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan distribusi dari kawasan Timur Tengah. Lonjakan ini mencerminkan sensitivitas tinggi pasar energi terhadap risiko geopolitik. Jika ketegangan berlanjut, harga minyak berpeluang bertahan di level tinggi, meski volatilitas intraday diperkirakan meningkat tajam.
Pasangan Mata Uang Utama: Dolar AS Mendominasi, Euro dan Poundsterling Tertekan
– EUR/USD: Pasangan mata uang ini bergerak melemah, tertekan oleh penguatan dolar AS. Arus modal global cenderung mengarah ke dolar sebagai mata uang cadangan utama dunia. Euro masih dibayangi sentimen perlambatan ekonomi kawasan serta ketidakpastian kebijakan moneter lanjutan.
– GBP/USD: Poundsterling terhadap dolar AS juga mengalami tekanan moderat. Meski fundamental domestik relatif stabil, pergerakan pasangan ini lebih dipengaruhi oleh sentimen global dan dinamika dolar. Level support teknikal jangka pendek menjadi perhatian utama pelaku pasar dalam sesi perdagangan hari ini.
– USD/JPY: Pasangan ini menunjukkan kecenderungan menguat, mencerminkan dominasi dolar terhadap yen. Meski yen dikenal sebagai safe haven tradisional, perbedaan imbal hasil obligasi dan kebijakan moneter masih memberi ruang penguatan bagi dolar dalam jangka pendek.
Indeks Nasdaq: Saham Teknologi Tertekan, Investor Realokasi Aset Defensif
Indeks Nasdaq bergerak melemah pada perdagangan awal pekan ini. Saham-saham sektor teknologi yang sensitif terhadap sentimen risiko dan pergerakan imbal hasil obligasi mengalami tekanan signifikan. Investor terlihat melakukan aksi ambil untung dan merealokasi aset ke instrumen yang dianggap lebih defensif.
Volatilitas Tetap Dominan Selama Ketidakpastian Geopolitik Berlanjut
Pergerakan pasar pada hari ini menunjukkan pola klasik risk-off di mana investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko dan meningkatkan kepemilikan pada emas, dolar AS, serta komoditas energi. Selama ketidakpastian geopolitik masih tinggi dan belum ada sinyal de-eskalasi yang jelas, volatilitas diperkirakan tetap menjadi ciri utama pasar keuangan global. Dalam jangka pendek, pasar akan sangat responsif terhadap perkembangan politik global serta rilis data ekonomi utama yang dapat mengubah arah sentimen secara cepat. ***

