LPS dan OJK Gandeng Komunitas Kreatif Malang, Perluas Literasi Keuangan dan Edukasi Anti-Penipuan

Date:

DCNews, Malang — Di tengah maraknya penipuan investasi dan meningkatnya aktivitas ekonomi digital, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperluas strategi literasi keuangan dengan menggandeng beragam komunitas kreatif di Kota Malang. Pendekatan lintas minat ini dinilai efektif menjangkau masyarakat secara lebih inklusif, terutama generasi muda dan pelaku ekonomi kreatif.

Kegiatan edukasi yang digelar pada Jumat (27/2/2026) itu mempertemukan berbagai komunitas, mulai dari otomotif, olahraga, hingga komunitas unik seperti tarot, dalam satu forum literasi keuangan. Langkah tersebut menandai perubahan pendekatan LPS yang sebelumnya lebih banyak menyasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kepala Kantor LPS II Surabaya, Bambang S. Hidayat, mengatakan Malang dipilih karena karakter kota tersebut yang identik dengan ekosistem ekonomi kreatif dan pertumbuhan komunitas yang dinamis.

“Malang ini simbol ekonomi kreatif. Komunitasnya sangat banyak dan beragam. Ini menjadi peluang bagi kami untuk memperluas eksposur edukasi kepada masyarakat,” kata Bambang.

Ia menjelaskan, komunitas dipandang sebagai simpul sosial yang efektif dalam menyebarkan informasi. Melalui forum tersebut, LPS memperkenalkan fungsi dan perannya, terutama terkait penjaminan simpanan nasabah di bank serta mekanisme resolusi bank jika terjadi kegagalan.

“Komunitas adalah bagian dari masyarakat. Kami ingin memastikan mereka memahami apa itu LPS, bagaimana sistem penjaminan bekerja, dan bagaimana menjaga keuangan mereka secara bijak,” ujarnya.

Selain materi tentang perlindungan simpanan, peserta juga mendapat pelatihan strategi pengelolaan media sosial. Materi ini dirancang untuk membantu komunitas mengembangkan citra profesional serta memperluas jangkauan aktivitas mereka melalui platform digital.

Fokus pada Investasi Syariah dan Pencegahan Penipuan

Dalam kesempatan yang sama, OJK Malang memberikan edukasi terkait investasi legal serta meningkatnya modus penipuan keuangan. Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, mengatakan pihaknya memanfaatkan momentum Ramadan untuk memperkuat literasi keuangan syariah melalui program Gerakan Ramadan Keuangan Syariah.

“Kami mengenalkan fungsi OJK, termasuk edukasi investasi, khususnya investasi syariah,” kata Farid.

Ia menegaskan bahwa kewaspadaan terhadap penipuan menjadi pesan utama dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, maraknya tawaran investasi dengan imbal hasil tinggi dan cepat kerap menyasar komunitas yang aktif di media sosial.

“Yang paling penting, kami mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap penipuan. Pastikan legalitas lembaga dan produknya sebelum berinvestasi,” ujarnya.

Melalui kolaborasi ini, LPS dan OJK berharap literasi keuangan tidak lagi terbatas pada pelaku usaha formal, melainkan menjangkau komunitas sebagai agen penyebar informasi yang lebih luas di tengah masyarakat. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Pasar Global Hari Ini: Emas Bertahan, Minyak Melonjak, Valas Berfluktuasi, Indeks Teknologi Terkoreksi

DCNews, Jakarta – Di tengah ketegangan geopolitik di Timur...

Harga Emas Hari Ini 25 April 2026: Antam Stagnan, UBS Naik, Galeri24 Turun Tipis

DCNews,  Jakarta — Harga emas batangan pada perdagangan Sabtu...

Aksi Debt Collector Pinjol Tipu Layanan Darurat, Asep Dahlan Desak Fintech Ikut Bertanggung Jawab

DCNews, Jakarta — Praktik penagihan utang oleh debt collector pinjaman...

DPR Tekan Polisi Usut Tuntas Debt Collector yang Ganggu Layanan Darurat

DCNews, Jakarta — Praktik penagihan utang yang menyimpang kembali menuai...