DCNews, Meksiko — Seorang gembong narkotika paling diburu di Meksiko dilaporkan tewas dalam operasi penyergapan federal di negara bagian Jalisco, Minggu (22/2/2026) waktu setempat, memicu rangkaian bentrokan bersenjata dan aksi blokade jalan yang meluas ke sejumlah wilayah. Hingga laporan ini diturunkan, pemerintah Meksiko belum memberikan konfirmasi resmi, namun kekerasan yang menyusul operasi tersebut memperlihatkan dampak langsung terhadap stabilitas keamanan kawasan barat negara itu.
Media lokal Reforma dan Milenio, mengutip sumber yang mengetahui operasi tersebut, melaporkan bahwa Nemesio Rubén Oseguera Cervantes — lebih dikenal dengan julukan “El Mencho” — tewas dalam operasi yang dilancarkan aparat federal. Ia adalah pemimpin Kartel Jalisco Generasi Baru (CJNG), salah satu sindikat narkotika paling kuat dan ekspansif di Meksiko.
CJNG berdiri sekitar 2009 dan dalam waktu singkat berkembang dari faksi pecahan menjadi rival utama Kartel Sinaloa. Kelompok ini diduga menjadi pemasok utama kokain, metamfetamin, dan fentanyl ke Amerika Serikat, menjadikannya target prioritas otoritas di kedua negara. Pemerintah AS bahkan menaikkan imbalan atas informasi yang mengarah pada penangkapan Oseguera menjadi 15 juta dolar AS pada 2024.
Kota-kota Dilumpuhkan, Blokade Meluas
Tak lama setelah kabar operasi menyebar, kelompok bersenjata membakar kendaraan dan memblokir sejumlah ruas jalan di berbagai titik di Jalisco. Di Guadalajara, warga membagikan video yang memperlihatkan pria bersenjata menembaki ban kendaraan untuk menghalangi akses persimpangan utama.
Aksi serupa dilaporkan meluas ke negara bagian Michoacán dan Guanajuato. Sejumlah apotek dan toko kelontong dilaporkan menjadi sasaran serangan. Kabinet Keamanan Meksiko melalui unggahan di platform X menyatakan tengah “menangani blokade yang terjadi di beberapa wilayah Jalisco akibat operasi institusi federal,” tanpa menyebutkan target operasi.
Di destinasi wisata pantai Puerto Vallarta, yang populer di kalangan turis Amerika dan Kanada, beberapa jalan terpantau diblokir dan asap mengepul dari kendaraan yang terbakar. Data pelacakan penerbangan menunjukkan sejumlah maskapai memilih mengalihkan rute atau putar balik.
Kedutaan Besar AS di Meksiko mengeluarkan peringatan keamanan yang meminta warga negara Amerika di wilayah terdampak untuk tetap berlindung di tempat hingga situasi dinyatakan aman.
Tekanan Politik dan Dimensi Internasional
Operasi ini berlangsung di tengah tekanan politik yang meningkat dari Washington terkait arus fentanyl ke Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump sebelumnya menegaskan perdagangan narkotika sebagai ancaman keamanan nasional dan bahkan mengancam opsi aksi militer lintas batas jika Meksiko dinilai gagal menekan kartel.
Di sisi lain, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menolak kemungkinan intervensi militer asing, namun berjanji memperkuat kerja sama intelijen dan penegakan hukum dengan Washington.
Setelah pemenjaraan seumur hidup Joaquin “El Chapo” Guzman di Amerika Serikat, perhatian aparat internasional beralih pada CJNG sebagai ancaman utama. Departemen Keuangan AS sebelumnya menyebut kartel tersebut telah mendiversifikasi bisnisnya, termasuk pencurian bahan bakar dan penyelundupan minyak mentah, selain perdagangan narkotika.
CJNG juga dikenal agresif terhadap aparat negara. Pada 2020, kelompok ini dituduh berada di balik upaya penyergapan terhadap Menteri Keamanan Meksiko saat itu. Tahun lalu, Departemen Luar Negeri AS menetapkan CJNG sebagai organisasi teroris asing, meningkatkan tekanan hukum dan finansial terhadap jaringan mereka.
Menunggu Konfirmasi Resmi
Hingga kini, Kantor Presiden Meksiko dan kementerian keamanan belum mengeluarkan pernyataan resmi yang mengonfirmasi kematian Oseguera. Ketidakjelasan ini memicu spekulasi sekaligus kekhawatiran bahwa kekosongan kepemimpinan di dalam CJNG dapat memicu perebutan kekuasaan internal dan gelombang kekerasan lanjutan.
Bila laporan tersebut terkonfirmasi, kematian “El Mencho” akan menjadi salah satu pukulan terbesar terhadap kartel narkotika Meksiko dalam satu dekade terakhir. Namun, pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa tumbangnya satu figur sentral tidak selalu berarti berakhirnya jaringan kriminal — sering kali justru memicu fragmentasi dan eskalasi konflik bersenjata di tingkat lokal.
Dalam konteks politik domestik dan tekanan bilateral dengan Amerika Serikat, operasi di Jalisco ini menjadi ujian krusial bagi pemerintahan Sheinbaum: apakah momentum ini mampu diterjemahkan menjadi stabilitas jangka panjang, atau sekadar babak baru dalam siklus kekerasan kartel yang telah lama membayangi Meksiko. ***

