Legislator PDIP Soroti Keanggotaan Indonesia di Board of Peace Usai Israel Gempur Gaza, Efektivitas Dipertanyakan

Date:

DCNews, Jakarta — Keputusan Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BoP) yang digadang-gadang sebagai langkah strategis diplomasi perdamaian global kini menuai sorotan tajam. Agresi militer Israel ke Gaza yang kembali terjadi tak lama setelah keanggotaan Indonesia diumumkan memunculkan pertanyaan serius tentang efektivitas forum tersebut dalam meredam konflik bersenjata.

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Junico Siahaan, menilai keikutsertaan Indonesia di BoP seharusnya menjadi momentum untuk mengambil peran lebih tegas, terutama menyikapi serangan Israel terhadap Palestina yang menelan korban jiwa pada Sabtu lalu (31/1/2026).

“Setelah Indonesia masuk Board of Peace, harapannya tentu ada langkah yang lebih proaktif. Apalagi Israel juga merupakan bagian dari keanggotaan forum ini,” kata Junico, yang akrab disapa Nico Siahaan, kepada wartawan di Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Menurut Nico, keputusan Presiden Prabowo Subianto membawa Indonesia ke dalam BoP awalnya dipandang sebagai kemajuan signifikan dalam pergaulan internasional, sekaligus penegasan posisi Indonesia sebagai negara yang konsisten memperjuangkan perdamaian dunia. Namun, realitas di lapangan justru menunjukkan paradoks yang mengkhawatirkan.

Serangan Israel ke Gaza yang kembali terjadi dinilai memperlihatkan lemahnya fungsi Board of Peace sebagai forum penjaga perdamaian internasional. Situasi ini, kata Nico, membuat publik mempertanyakan relevansi kehadiran Indonesia di dalamnya.

“Harapan masyarakat sangat besar karena Indonesia ada di sana, bisa memberikan dampak nyata bagi resolusi damai di Gaza. Tapi ketika agresi tetap berlangsung, muncul pertanyaan mendasar soal efektivitas Board of Peace itu sendiri,” ujarnya.

Nico menegaskan, agresi militer yang terus berulang bertolak belakang dengan tujuan utama BoP. Ia bahkan mempertanyakan kelayakan Israel menjadi anggota forum perdamaian, sementara di saat yang sama negara tersebut terlibat langsung dalam konflik bersenjata.

“Ketika Israel menjadi subjek konflik bersenjata di Gaza, apakah tepat negara tersebut menjadi bagian dari Board of Peace?” kata Nico.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh atas peran dan mekanisme Board of Peace, sekaligus mendorong Indonesia agar tidak sekadar hadir secara simbolik, solusi damai yang konkret di Gaza. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

UU Satu Data Indonesia: Jangan Biarkan Data Rakyat Menjadi Senjata Industri Pinjol

Oleh: Asep Dahlan (Konsultan Keuangan dan Pendiri Dahlan Consultants...

Status WhatsApp Debt Collector Berisi Kata-kata Kasar Berujung Laporan Pencemaran Nama Baik di Tegal

DCNews, Tegal – Unggahan status WhatsApp yang berisi rekaman...

Habiburokhman Singgung Watergate Indonesia saat Dorong RUU Penyadapan

DCNews, Jakarta - Praktik penyadapan ilegal yang menyeret sejumlah...

UU Satu Data Indonesia Harus Hentikan Tumpang Tindih Data dan Lindungi Privasi Masyarakat

DCNews, Jakarta – Ketidakakuratan data pemerintah berpotensi membuat masyarakat...