BEI Klarifikasi Pinjaman Rp4,85 Triliun ANJT dari BRI, Setara 70 Persen Ekuitas

Date:

DCNews, Jakarta — Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta klarifikasi kepada PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) terkait transaksi material berupa fasilitas pinjaman jangka panjang (term loan) dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dengan total plafon mencapai Rp4,85 triliun—nilai yang setara lebih dari 70 persen total ekuitas perseroan.

Pinjaman tersebut akan dimanfaatkan oleh empat perusahaan terkendali ANJT. PT Sahabat Mewah dan Makmur (SMM) memperoleh fasilitas sebesar Rp1,64 triliun, PT Kayung Agro Lestari (KALE) Rp1,39 triliun, PT Austindo Nusantara Jaya Agri (ANJA) Rp760 miliar, serta PT Austindo Nusantara Jaya Agri Siais (ANJAS) Rp1,06 triliun.

Manajemen ANJT menegaskan transaksi ini diklasifikasikan sebagai transaksi material karena nilainya mencapai 70,76 persen dari total ekuitas perseroan, sehingga wajib dilaporkan dan diklarifikasi kepada otoritas pasar modal.

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan ANJT, Hilman Lukito, dalam keterbukaan informasi kepada BEI pada Sabtu kemarin (24/1/2026), menyatakan bahwa fasilitas pinjaman tersebut merupakan bagian dari strategi penataan dan perbaikan struktur pendanaan grup secara menyeluruh.

“Dana term loan akan digunakan oleh masing-masing entitas anak untuk pembayaran kembali utang jangka pendek (refinancing) sekaligus mendukung kebutuhan pendanaan dan pengembangan usaha ke depan,” ujar Hilman.

Untuk menjamin fasilitas kredit tersebut, perseroan menyerahkan sejumlah agunan berupa aset tanaman, tanah, bangunan, serta fasilitas pabrik kelapa sawit yang dimiliki oleh masing-masing perusahaan terkendali.

Dari sisi keuangan, manajemen ANJT menilai kewajiban pembayaran bunga dan pokok pinjaman tidak diperkirakan menimbulkan dampak material terhadap kinerja keuangan entitas anak di masa mendatang. Kendati transaksi ini akan meningkatkan rasio leverage, seperti Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt to Asset Ratio, perseroan menegaskan posisi tersebut masih berada dalam batas yang dinilai wajar.

ANJT juga menyatakan telah menerapkan manajemen risiko secara prudent, termasuk evaluasi kemampuan masing-masing entitas anak dalam memenuhi kewajiban pembayaran pinjaman sesuai ketentuan perjanjian kredit. Perseroan memastikan transaksi ini tidak mengganggu hubungan dengan kreditor lainnya yang selama ini mendukung kegiatan usaha grup. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Australia Tekuk Turki 2-0 di Piala Dunia 2026, Socceroos Tempel Ketat Amerika Serikat di Grup D

DCNews, Mexico — Australia membuka peluang besar untuk melaju ke...

Doom Spending Mengkhawatirkan, Pemprov Jabar Ingatkan Bahaya Paylater dan Pinjol bagi Generasi Muda

DCNews, Bandung — Di tengah pesatnya penetrasi internet dan...

Dukung Kenaikan Tunjangan Guru ASN dan Non-ASN, Ingatkan Pemerintah Fokus pada Kesejahteraan dan Mutu Pendidikan

DCNews, Jakarta - Di tengah upaya pemerintah memperkuat kualitas...

Harga Emas Hari Ini 14 Juni 2026: Antam Naik Tipis, UBS dan Galeri24 Stabil

DCNews, Jakarta — Harga emas batangan yang dipasarkan melalui Pegadaian...