DCNews, Jakarta — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mempercepat transformasi layanan kepelabuhanan dengan meresmikan implementasi tujuh unit Electronic Prime Movers (E-PM) di PT New Priok Container Terminal One (NPCT1), Tanjung Priok.
Langkah ini menandai upaya konkret Pelindo membangun pelabuhan yang lebih efisien, modern, dan ramah lingkungan di tengah meningkatnya arus peti kemas nasional.
Peresmian implementasi E-PM tersebut berlangsung Rabu (21/1/2026) dan dihadiri jajaran pimpinan Pelindo, manajemen NPCT1, pemegang saham, serta perwakilan otoritas terkait, termasuk KSOP, Bea Cukai, dan Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Kepala Humas Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, M Anwar, mengatakan kehadiran para pemangku kepentingan mencerminkan dukungan bersama terhadap modernisasi operasional pelabuhan.
Direktur Komersial PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Drajat Sulistyo menilai penerapan E-PM sebagai tonggak penting pengembangan pelabuhan masa depan. Menurut dia, penggunaan Electronic Prime Movers bukan sekadar pembaruan alat, melainkan penanda pergeseran menuju pelabuhan cerdas yang mengedepankan efisiensi energi dan keberlanjutan.
“E-PM menjadi tolok ukur efisiensi operasional yang dapat direplikasi di terminal lain, sekaligus memperkuat daya saing pelabuhan nasional melalui pemanfaatan teknologi dan standar operasional yang lebih modern,” ujarnya.
Drajat menambahkan, bagi Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, implementasi E-PM merupakan bagian dari penguatan tata kelola operasional berbasis ramah lingkungan. Upaya ini diarahkan untuk memastikan kesiapan peralatan, menjaga kesinambungan layanan, serta meminimalkan risiko gangguan operasional di tengah tingginya aktivitas bongkar muat peti kemas.
Sejalan dengan itu, Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Yandri Trisaputra menegaskan bahwa penerapan E-PM di NPCT1 selaras dengan kebijakan strategis Pelindo dalam membangun ekosistem pelabuhan yang modern, andal, dan berdaya saing. Ia menyebut inovasi ini juga menjadi langkah penting dalam menjaga kelancaran arus logistik nasional.
Rangkaian peresmian ditutup dengan pemutaran video serta pemaparan sistem kerja E-PM, dilanjutkan prosesi simbolis pemotongan pita dan peninjauan langsung ke area operasional terminal. Pelindo berharap implementasi teknologi ini dapat menjadi model transformasi berkelanjutan bagi pelabuhan-pelabuhan lain di Indonesia. ***

