Menjelang Ramadan, OJK Prediksi Lonjakan Pinjaman Online Seiring Naiknya Kebutuhan Likuiditas Warga

Date:

DCNews, Jakarta — Menjelang bulan suci Ramadan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan penyaluran dana melalui layanan fintech peer-to-peer lending (P2P lending/pinjaman daring) kembali meningkat, mengikuti pola tahunan seiring melonjaknya kebutuhan likuiditas masyarakat untuk belanja kebutuhan pokok, pakaian, hingga persiapan mudik.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, mengatakan Ramadan secara historis menjadi salah satu momentum penting bagi pertumbuhan industri pinjaman daring. Peningkatan permintaan pembiayaan menjelang dan selama Ramadan dinilai sebagai fenomena siklis yang berulang dari tahun ke tahun.

“Secara historis, pada periode Ramadan 2024 atau Maret 2024, penyaluran pendanaan tumbuh 8,90 persen secara month-to-month. Sementara pada Ramadan 2025 atau Maret 2025, penyaluran pendanaan meningkat 3,80 persen month-to-month,” ujar Agusman, Rabu (14/1).

Data tersebut, menurut Agusman, mencerminkan meningkatnya kebutuhan dana masyarakat untuk memenuhi pengeluaran musiman yang biasanya naik pada bulan suci. Pola ini memperlihatkan bahwa Ramadan kerap menjadi periode dengan tekanan permintaan pembiayaan yang lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan lainnya.

“Tren tersebut menunjukkan bahwa Ramadan dapat menjadi salah satu momentum meningkatnya kebutuhan pembiayaan masyarakat,” katanya.

Hingga akhir 2025, OJK mencatat penyaluran pendanaan pinjaman daring masih didominasi oleh pembiayaan konsumtif. Pada November 2025, outstanding pendanaan konsumtif tercatat mencapai Rp63,63 triliun atau setara 67,09 persen dari total outstanding industri pinjaman daring. Sementara itu, porsi pembiayaan produktif masih berada di level 32,91 persen.

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa mayoritas pinjaman daring masih dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, bukan untuk aktivitas usaha atau kegiatan produktif. Kondisi ini sekaligus menjadi perhatian regulator, terutama saat permintaan pembiayaan meningkat tajam menjelang Ramadan.

OJK mengingatkan agar lonjakan penyaluran dana pada periode tersebut diimbangi dengan penerapan manajemen risiko yang prudent. Langkah kehati-hatian dinilai krusial untuk menjaga kualitas pembiayaan dan memastikan pertumbuhan industri pinjaman daring tetap sehat dan berkelanjutan.

Peringatan itu juga menyoroti potensi peningkatan kredit bermasalah pasca-Lebaran, ketika kemampuan bayar sebagian peminjam berisiko menurun. Karena itu, OJK mendorong pelaku industri pinjaman daring untuk tetap selektif dan disiplin dalam menyalurkan pembiayaan, khususnya pada periode dengan lonjakan permintaan seperti Ramadan. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

KPK Periksa Dua Pejabat BI dalam Kasus Dugaan Korupsi Dana CSR dan PSBI 2020–2023

DCNews, Jakarta — Upaya penegakan hukum terhadap dugaan penyimpangan dana...

BTN Dorong Akses Data SLIK Lebih Detail, Soroti Debitur dengan Puluhan Pinjaman Macet

DCNews, Jakarta - Di tengah upaya pemerintah memperluas akses...

Market Brief Hari Ini: Emas Tetap Kuat, Minyak Naik, Saham Teknologi Cetak Rekor Baru

DCNews, Jakarta – Pasar keuangan global hari ini (Kamis,...

Ancaman PHK Massal di Pulau Jawa Capai 9.000 Pekerja, Efek Domino Konflik Global dan Lesunya Industri

DCNews, Jakarta — Gelombang ketidakpastian ekonomi global mulai terasa...