DCNews, Jakarta — Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dan Parlemen Jepang mempertegas komitmen untuk memperluas kerja sama strategis dan mendorong investasi bilateral melalui pertemuan tingkat parlemen yang digelar di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, dikutip Rabu (14/1/2026). Dialog tersebut menjadi bagian dari Japan Official Development Assistance (ODA) fact-finding 1st mission yang bertujuan memetakan peluang kolaborasi di sektor-sektor prioritas.
Pertemuan berlangsung dalam kerangka Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI–Parlemen Jepang dan dipimpin Ketua GKSB DPR RI, Rachmat Gobel. Delegasi Parlemen Jepang diketuai oleh anggota House of Councillors, Hon. Mr. Ishida Masahiro. Sejumlah anggota GKSB DPR RI turut hadir, di antaranya Puti Guntur Soekarno, Haryanto, Khalid, Subardi, dan Wahyudin Noor Aly.
Dalam pembahasan, kedua pihak menyoroti pentingnya memperkuat kemitraan Indonesia–Jepang di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompetitif. Fokus kerja sama diarahkan pada sektor ekonomi, ketahanan pangan, transportasi, pendidikan, serta pertanian—bidang yang dinilai strategis bagi pembangunan jangka panjang kedua negara.
Rachmat Gobel menekankan bahwa Jepang merupakan mitra penting Indonesia, tidak hanya sebagai investor utama, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam transfer teknologi dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Ia berharap kerja sama parlemen dapat menjadi katalis bagi peningkatan investasi dan proyek konkret yang berdampak langsung bagi perekonomian nasional.
Di sektor pendidikan, pembahasan difokuskan pada penguatan pendidikan vokasi, peningkatan keterampilan tenaga kerja, serta pengembangan program pertukaran pelajar. Selain itu, kedua pihak juga menjajaki kerja sama peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan dan pengembangan kompetensi.
“Program-program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia agar lebih kompetitif di tingkat global,” ujar Gobel, politikus Partai NasDem.
Sementara di sektor pertanian, kerja sama diarahkan pada pertukaran pengetahuan dan teknologi pertanian modern, termasuk pelibatan generasi muda. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong inovasi, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat ketahanan pangan secara berkelanjutan.
Gobel menutup pertemuan dengan menegaskan bahwa dialog parlemen ini menjadi fondasi penting untuk merumuskan bentuk kerja sama konkret yang saling menguntungkan.
“Indonesia dan Jepang berkomitmen memperdalam pemahaman bersama serta memperkuat kemitraan strategis melalui langkah-langkah nyata di sektor prioritas,” ujarnya. ***

