Rusia Gunakan Rudal Balistik Oreshnik dalam Serangan Besar ke Ukraina, Infrastruktur Energi Lumpuh

Date:

DCNews, Moskow — Rusia meluncurkan rudal balistik jarak menengah Oreshnik dalam serangan udara besar-besaran ke Ukraina pada Jumat (9/1/2026), menghantam infrastruktur energi dan kawasan permukiman di sejumlah kota, menewaskan warga sipil, serta memicu pemadaman listrik dan krisis pemanas di tengah suhu beku musim dingin.

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan serangan itu dilakukan menggunakan “senjata jarak jauh presisi tinggi berbasis darat dan laut, termasuk rudal Oreshnik,” dengan sasaran fasilitas strategis Ukraina. Pernyataan tersebut disampaikan melalui kanal Telegram resmi kementerian.

Militer Ukraina mengonfirmasi adanya serangan rudal balistik terhadap infrastruktur di kota Lviv, wilayah barat Ukraina. Dalam pernyataan di Facebook, otoritas militer menyebut jenis rudal masih akan dipastikan setelah pemeriksaan sisa-sisa komponen di lokasi serangan.

Dampak paling parah dilaporkan terjadi di Kryvyi Rih, kota kelahiran Presiden Volodymyr Zelenskiy. Gubernur setempat Oleksandr Vilkul mengatakan dua rudal balistik Rusia menghantam gedung apartemen pada Kamis malam, menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai 24 lainnya, termasuk enam anak-anak.

Serangan tersebut menyebabkan hampir 80.000 rumah tangga kehilangan listrik dan sekitar 1.400 gedung apartemen tanpa pemanas. Vilkul mendesak warga untuk menyimpan air bersih dan mengisi daya perangkat elektronik, mengingat suhu diperkirakan turun hingga minus 5 derajat Celsius.

Ledakan juga mengguncang Kyiv dan wilayah Lviv. Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko melaporkan sedikitnya tiga gedung apartemen rusak akibat serangan drone Rusia. Empat warga sipil dilaporkan tewas dan 13 lainnya luka-luka. Kerusakan infrastruktur vital menyebabkan sejumlah distrik ibu kota mengalami gangguan pasokan listrik dan air.

Rusia menyebut serangan tersebut sebagai balasan atas dugaan upaya Ukraina menyerang kediaman Presiden Vladimir Putin di wilayah Novgorod. Namun, klaim itu diragukan oleh pejabat keamanan nasional Amerika Serikat. Penilaian CIA menyatakan tidak ditemukan bukti adanya upaya serangan terhadap Putin. Pemerintah Ukraina juga membantah tudingan tersebut.

Sehari sebelumnya, serangan Rusia terhadap fasilitas energi di Dnipro dan wilayah sekitarnya telah menyebabkan ratusan ribu warga kehilangan listrik dan pemanas, memperburuk kondisi kemanusiaan di tengah musim dingin.

Serangan terbaru ini terjadi hampir empat tahun sejak invasi Rusia ke Ukraina dimulai, di saat Kyiv tengah bernegosiasi intensif dengan Amerika Serikat terkait upaya mengakhiri perang, termasuk pembahasan jaminan keamanan pascaperang bagi Ukraina.

Dalam unggahan di platform X, Presiden Zelenskiy menyatakan bahwa paket jaminan keamanan dari sekutu Barat “pada dasarnya sudah siap” untuk difinalisasi bersama Presiden AS Donald Trump. Zelenskiy juga mengungkapkan harapannya untuk segera bertemu Trump guna membahas langkah akhir menuju penyelesaian konflik. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Puan Buka Masa Sidang DPR, Tekankan Mitigasi Bencana dan Penerapan KUHP Baru

DCNews, Jakarta — Ketua DPR RI Puan Maharani membuka Masa...

Pemerintah Blokir Sementara Grok di Platform X, DPR Desak Moderasi Ketat Konten AI

DCNews, Jakarta — Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Komunikasi dan...

Fahri Hamzah Buka Dapur Kekuasaan: Dari DPR ke Eksekutif, Prabowo Dinilai Presiden Paling Mandiri

DCNews, Jakarta — Perpindahan Fahri Hamzah dari dunia parlemen...

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik Kompak, Galeri24 dan UBS Melonjak hingga Rp65 Ribu per Gram

DCNews, Jakarta — Harga emas yang diperdagangkan di Pegadaian...