DCNews, Jakarta — Harga emas batangan yang diperdagangkan melalui Pegadaian kembali mengalami koreksi pada perdagangan Minggu (4/1/2026). Data dari laman resmi Sahabat Pegadaian menunjukkan, dua produk utama, Galeri24 dan UBS, sama-sama mencatatkan penurunan harga jual di tengah fluktuasi pasar global dan penguatan dolar Amerika Serikat.
Emas Galeri24 turun paling dalam. Harga jual per gram kini berada di level Rp2.522.000, melemah Rp15.000 dibandingkan posisi sehari sebelumnya yang sempat menyentuh Rp2.537.000 per gram.
Sementara itu, emas UBS juga mengalami koreksi meski lebih terbatas. Harga emas UBS tercatat di Rp2.559.000 per gram, turun Rp8.000 dari harga sebelumnya Rp2.567.000 per gram.
Di Pegadaian, emas Galeri24 diperdagangkan dalam berbagai ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram (1 kilogram). Adapun emas UBS tersedia dalam ukuran 0,5 gram hingga 500 gram.
Daftar Harga Emas Galeri24 di Pegadaian
- 0,5 gram: Rp1.323.000
- 1 gram: Rp2.522.000
- 2 gram: Rp4.970.000
- 5 gram: Rp12.311.000
- 10 gram: Rp24.569.000
- 25 gram: Rp61.340.000
- 50 gram: Rp122.582.000
- 100 gram: Rp245.044.000
- 250 gram: Rp611.104.000
- 500 gram: Rp1.222.208.000
- 1.000 gram: Rp2.444.416.000
Daftar Harga Emas UBS di Pegadaian
- 0,5 gram: Rp1.383.000
- 1 gram: Rp2.559.000
- 2 gram: Rp5.077.000
- 5 gram: Rp12.545.000
- 10 gram: Rp24.958.000
- 25 gram: Rp62.273.000
- 50 gram: Rp124.291.000
- 100 gram: Rp248.484.000
- 250 gram: Rp621.027.000
- 500 gram: Rp1.240.597.000
Analisis Pasar: Tekanan Global Masih Membayangi Emas
Pelemahan harga emas domestik ini mencerminkan tekanan yang masih berlangsung di pasar global. Sepanjang awal Januari, pergerakan emas dunia cenderung tertekan oleh penguatan dolar AS serta ekspektasi suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama dari perkiraan sebelumnya.
Di sisi lain, minat terhadap aset aman (safe haven) belum sepenuhnya pulih, seiring pasar masih menimbang arah kebijakan moneter bank sentral utama dan dinamika geopolitik global. Kondisi ini membuat harga emas lebih rentan terhadap koreksi jangka pendek.
Namun demikian, sejumlah analis menilai koreksi ini dapat menjadi peluang akumulasi bagi investor jangka menengah hingga panjang, terutama jika ketidakpastian global kembali meningkat dan mendorong permintaan emas sebagai aset lindung nilai.

