DCNews, Jakarta– Pasar keuangan global pada Selasa, 30 Desember 2025 menunjukkan dinamika beragam menjelang penutupan tahun, ditandai dengan pergerakan signifikan pada emas dan minyak, penguatan beberapa pasangan mata uang utama terhadap dolar AS, serta tren berhati-hati di indeks saham teknologi Nasdaq. Sentimen investor dipengaruhi oleh ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed, kondisi likuiditas tipis di akhir tahun, serta latar geopolitik makin kompleks.
GOLD (Emas)
Kondisi Pasar: Emas tetap menjadi aset safe haven meski mengalami sedikit koreksi setelah reli tajam sepanjang 2025, dengan harga masih pada level tinggi historis jelang akhir tahun. Sentimen bullish didorong oleh ekspektasi pemotongan suku bunga AS dan pelemahan dolar.
Faktor Pendorong:
- Pelemahan Dollar Index secara umum.
- Permintaan safe-haven di tengah ketidakpastian geopolitik.
Resiko: Volatilitas tinggi karena likuiditas pasar rendah di masa libur akhir tahun.
OIL (Minyak)
Kondisi Pasar: Harga minyak berhasil menguat, terangkat oleh kekhawatiran pasokan global serta respons geopolitik, terutama dari ketegangan di Timur Tengah dan perkembangan konflik Ukraina. Kenaikan ini terjadi meskipun pasar energi masih dalam tren penurunan tahunan secara luas.
Faktor Pendorong; Kekhawatiran pasokan dan risiko geopolitik.
Faktor Penahan: Potensi oversupply dan permintaan yang melemah di beberapa wilayah.
EUR/USD
Kondisi Pasar: EUR/USD bergerak konsolidasi di kisaran area tengah 1.1760–1.1800, dengan tekanan dari likuiditas thinner dan narasi kebijakan moneter global. Eropa tetap kompetitif relatif terhadap Fed yang berpotensi lebih dovish.
Teknis: Posisi harga menunjukkan penurunan volatilitas dan masih dalam tren sideways dengan bias bullish ringan dalam timeframe menengah.
GBP/USD
Kondisi Pasar: Pasangan GBP/USD terlihat stagnan di sekitar level psikologis 1.3500. Pound Inggris menunjukkan ketahanan tetapi momentum penguatan melambat, dengan potensi koreksi ke area 1.3400–1.3200 jika tekanan USD meningkat.
USD/JPY
Kondisi Pasar: USD/JPY menunjukkan tekanan sentimen yang lebih kompleks, sejalan dengan kekuatan yen yang sedikit meningkat lantaran statement hawkish Bank of Japan dan sentimen risk-off global. Namun secara umum pasangan ini masih bergerak dalam rentang lebar karena pengaruh kebijakan moneter yang berbeda antara AS dan Jepang.
Nasdaq
Kondisi Pasar: Indeks teknologi Nasdaq menurun sekitar 0.5% dalam perdagangan awal minggu, mencerminkan sedikit koreksi setelah reli panjang sepanjang 2025. Aksi jual moderat ini berlangsung di tengah rotasi investor dan kekhawatiran valuasi sektor teknologi.
Sentimen: Investor berhati-hati menjelang akhir tahun dengan volume diperkirakan rendah.
Kesimpulan & Analisis Pasar
Pasar global pada perdagangan Selasa ini mempertahankan dinamika yang berhati-hati dan tercatat volatilitas meningkat di beberapa aset, terutama emas dan minyak. Ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter AS menjadi faktor kunci yang mendukung aset safe haven seperti emas, sementara risiko geopolitik dan ketidakpastian energi global mendorong harga minyak.
Di pasar forex, likuiditas rendah menyebabkan range terbatas pada pasangan utama seperti EUR/USD dan GBP/USD, dengan USD/JPY masih dipengaruhi oleh arah kebijakan moneter Jepang. Sementara itu, indeks Nasdaq melanjutkan koreksi moderat setelah reli panjang, mencerminkan kehati-hatian investor menjelang tahun baru.
Di sisi lain, pihak investor memiliki srategi untuk etap waspada terhadap faktor makro dan data ekonomi yang akan dirilis menjelang akhir tahun; potensi volatilitas tetap tinggi di tengah likuiditas rendah dan ekspektasi kebijakan moneter global yang berubah. ***

