DCNews, Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin, 29 Desember 2025, di zona hijau seiring derasnya arus dana investor asing ke pasar saham domestik. IHSG menguat 1,25 persen dan berakhir di level 8.644,25, ditopang aksi beli bersih asing yang mencapai Rp2,24 triliun di seluruh pasar.
Data perdagangan menunjukkan investor asing mencatatkan beli bersih sekitar Rp1 triliun di pasar reguler. Aksi akumulasi ini menjadi pendorong utama reli indeks, terutama pada saham-saham sektor tambang dan komoditas yang kembali menjadi magnet di tengah ekspektasi penguatan harga global.
Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menjadi incaran utama investor asing dengan nilai net buy terbesar mencapai Rp576,71 miliar. Seiring derasnya pembelian, saham DEWA melonjak tajam 23 persen dan ditutup di level Rp690 per saham.
Selain DEWA, investor asing juga agresif memborong saham-saham emiten tambang dan mineral lainnya. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatat net buy Rp301,67 miliar, disusul PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) sebesar Rp112,82 miliar dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) senilai Rp83,44 miliar.
10 Saham dengan Net Buy Asing Terbesar (29/12/2025):
- PT Darma Henwa Tbk (DEWA) Rp576,71 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp301,67 miliar
- PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) Rp112,82 miliar
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp83,44 miliar
- PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp81,44 miliar
- PT MD Entertainment Tbk (FILM) Rp79,98 miliar
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp77,92 miliar
- PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp74,9 miliar
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp72,37 miliar
- PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) Rp70,23 miliar
Di sisi lain, investor asing justru melepas saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) secara masif dengan nilai net sell mencapai Rp568,56 miliar. Namun berlawanan dengan tekanan jual tersebut, saham BUMI masih mampu menguat 1,1 persen dan ditutup di level Rp366 per saham, mencerminkan kuatnya minat investor domestik.
10 Saham dengan Net Sell Asing Terbesar (29/12/2025):
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp568,56 miliar
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp414,26 miliar
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp227,73 miliar
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp60,53 miliar
- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp52,42 miliar
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp26,12 miliar
- PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) Rp20,59 miliar
- PT Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA) Rp16,56 miliar
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp15,73 miliar
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp12,81 miliar
Penguatan IHSG Cerminan dari Kepercayaan Investor Asing
Konsultan keuangan, sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan menilai penguatan IHSG kali ini mencerminkan kombinasi sentimen eksternal dan kepercayaan investor asing terhadap prospek sektor komoditas Indonesia.
“Arus dana asing yang kembali deras menunjukkan pasar melihat peluang lanjutan di saham tambang dan mineral, terutama yang terkait energi dan bahan baku strategis. Ini juga menjadi sinyal bahwa valuasi saham Indonesia masih dianggap menarik secara regional,” ujar Asep kepada media, Selasa (30/12/2025).
Namun demikian, Asep mengingatkan investor ritel agar tetap selektif. Menurutnya, reli berbasis dana asing cenderung cepat berubah arah jika terjadi gejolak global atau koreksi harga komoditas.
“Untuk jangka pendek, momentum masih positif. Tapi investor perlu disiplin mengelola risiko dan tidak sekadar mengejar saham yang sudah melonjak tinggi,” kata dia.
Dengan dukungan kuat dari net buy asing, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dalam jangka pendek. Meski demikian, pasar tetap rentan terhadap sentimen global, sehingga strategi investasi yang terukur dan berbasis fundamental menjadi kunci menghadapi perdagangan di penghujung tahun. ***

