DCNews, Jakarta – Pergerakan pasar global pada awal pekan Senin (29/12/2025) menunjukkan dinamika yang cenderung terbatas seiring likuiditas menipis menjelang akhir tahun. Pergerakan harga emas, minyak mentah, pasangan mata uang utama, dan Nasdaq dipengaruhi oleh sentimen dovish terhadap Dolar AS serta minimnya katalis fundamental baru.
GOLD (Emas)
Harga emas (XAU/USD) bergerak turun tipis dari level tinggi minggu lalu setelah sempat mencapai rekor baru, dipengaruhi oleh penguatan Dolar AS dan berkurangnya aktivitas perdagangan jelang akhir tahun. Skenario teknikal menunjukkan potensi koreksi ke area support sekitar $4495 sebelum rebound lagi.
OIL (Minyak Mentah)
Minyak mentah menguat sekitar +0,77% ke level approx $57,18 per barel di awal perdagangan Senin, pulih dari pelemahan bulanan yang terjadi sepanjang Desember. Pasar masih mencermati keseimbangan pasokan–permintaan dan sentimen akhir tahun yang tipis.
EUR/USD
EUR/USD menguat di atas 1.1750 di sesi Asia pagi ini, didorong oleh ekspektasi pelonggaran moneter The Fed yang menekan Dolar AS, sehingga memberikan ruang bagi Euro relatif terapresiasi.
GBP/USD
Pasangan GBP/USD bertahan dalam kisaran konsolidasi sekitar 1.3500, dengan Pound masih sedikit unggul terhadap Dolar di tengah minimnya data ekonomi berdampak tinggi serta suasana pasar yang tenang.
USD/JPY
USD/JPY cenderung stabil namun sedikit melemah dari level tinggi, seiring ekspektasi penurunan suku bunga The Fed dan tekanan dovish pada Dolar AS, mengimbangi tekanan terhadap Yen Jepang.
Nasdaq
Nasdaq Composite menunjukkan pergerakan tipis dan volume rendah, mencerminkan pasar saham AS yang sepi pasca-libur Natal. Meskipun reli musiman sempat terjadi, indeks teknologi ini masih tertahan dalam rentang terbatas menjelang akhir tahun.
Kesimpulan & Analisis Pasar
Awal sesi perdagangan Senin, 29 Desember 2025, menggambarkan suasana pasar yang sideways dan teknikal karena likuiditas rendah di akhir tahun. Emas menunjukkan tekanan korektif sementara tetap di bawah tekanan Dolar AS, tetapi risiko rebound masih terbuka jika Dolar turun lebih lanjut.
Minyak mentah membukukan kenaikan moderat setelah tekanan penurunan sepanjang Desember. Pasangan mata uang mayor relatif stabil dalam kisaran sempit, mencerminkan sentimen hati-hati pelaku pasar yang menunggu rilis data ekonomi penting seperti FOMC Meeting Minutes akhir pekan ini.
Indeks Nasdaq menunjukkan pergerakan lembam akibat volume tipis, tetapi fundamental jangka panjangnya masih positif menjelang 2026, meski analis menyoroti kemungkinan koreksi sebelum tren naik berlanjut. ***

