DCNews, Brebes — Pemerintah Kabupaten Brebes menggencarkan pendidikan politik bagi generasi muda di tengah meningkatnya tantangan demokrasi digital, maraknya judi online, dan jebakan pinjaman online ilegal. Upaya itu diwujudkan melalui kegiatan Pendidikan Politik bagi Mahasiswa yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Brebes, Jumat kemarin (12/12/2025).
Kegiatan bertema “Peran Mahasiswa dalam Berdemokrasi dan Upaya Mencegah Judi Online serta Pinjaman Online Ilegal” tersebut berlangsung di Saung Teras Banyu, Desa Bangsri, Kecamatan Bulakamba. Sebanyak 76 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Brebes dan sekitarnya mengikuti forum yang dirancang sebagai ruang dialog kritis antara pemerintah, otoritas keuangan, dan kalangan akademisi.
Plt Kepala Bakesbangpol Brebes, Moch. Reza Prisman, menegaskan bahwa semangat kritis mahasiswa harus dibarengi dengan pemahaman yang utuh tentang bangsa dan negara. Menurutnya, kritik terhadap kebijakan publik akan lebih bermakna jika lahir dari kesadaran kebangsaan dan kecintaan pada tanah air.
“Mahasiswa perlu aktif dalam kegiatan-kegiatan positif, cermat menyaring informasi, dan terus membangun kualitas diri serta jejaring. Itu fondasi penting bagi demokrasi yang sehat,” kata Reza di hadapan peserta.
Dari sisi perlindungan konsumen, Manager Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kabupaten Tegal, Kukuh Harisman, memaparkan peran OJK dalam mengawasi sektor jasa keuangan sekaligus melindungi masyarakat dari praktik ilegal. Ia menjelaskan perbedaan mendasar antara pinjaman online legal dan ilegal, mulai dari aspek perizinan hingga risiko penyalahgunaan data pribadi dan bunga mencekik.
Kukuh juga mengingatkan bahaya judi online yang kian menyasar generasi muda. “Dampaknya tidak hanya merusak kondisi finansial individu, tetapi juga mengganggu stabilitas keluarga dan lingkungan sosial,” ujarnya.
Sementara itu, Founder Forum Guru Besar dan Dosen Putera Puteri Brebes (Yayasan Rumah Cinta Brebes), M. Munawir Lasiyono, menekankan posisi strategis mahasiswa sebagai agen perubahan dan kontrol sosial dalam menjaga kualitas demokrasi. Ia mendorong mahasiswa untuk tidak hanya vokal, tetapi juga beretika dan sistematis dalam menyampaikan aspirasi.
Munawir mengajak peserta menerapkan tiga prinsip dasar dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, yakni respect to people, respect to time, dan respect to system. “Tanpa tiga hal ini, demokrasi mudah kehilangan arah,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Brebes berharap mahasiswa tidak hanya menjadi penonton dalam dinamika politik, tetapi tampil sebagai generasi yang sadar demokrasi, melek finansial, dan tangguh menghadapi ancaman ekonomi digital ilegal. ***

