DCNews, Jakarta— Harga emas dan perak kembali melesat setelah bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve, memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin. Kebijakan ini mendorong pelemahan dolar AS dan memicu arus investasi ke aset lindung nilai. Perak bahkan mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah, menembus level US$64 per troy ons pada perdagangan Kamis (11/12/2025).
Pada perdagangan Kamis, harga emas global naik 1,30% menjadi US$4.283 per troy ons, memperpanjang reli tiga hari beruntun dengan total penguatan 1,5%. Penutupan tersebut menjadi yang tertinggi sejak 20 Oktober 2025. Namun pada awal perdagangan Jumat (12/12) pukul 06.45 WIB, harga emas terkoreksi tipis 0,17% ke US$4.275,93 per troy ons.
Penguatan emas pada sesi sebelumnya ditopang oleh pelemahan indeks dolar AS (DXY) yang turun 0,45% ke level 98,35, terendah dalam delapan pekan. Dolar yang lebih lemah membuat emas semakin menarik bagi investor global.
“Inflasi belum benar-benar kembali ke target 2% The Fed. Ketika suku bunga diturunkan dalam situasi inflasi yang masih belum ideal, itu sangat bullish untuk emas,” kata analis Marex, Edward Meir.
The Fed memberi sinyal jeda dalam pemangkasan lanjutan sambil mencermati dinamika inflasi dan pasar tenaga kerja. Suku bunga yang lebih rendah umumnya menguntungkan emas, yang tidak menawarkan imbal hasil namun menjadi aset favorit ketika biaya memegang instrumen berisiko menurun.
Di sisi politik AS, Presiden Donald Trump sejak awal masa jabatan keduanya mendorong penurunan suku bunga. Kevin Hassett, penasihat ekonomi Gedung Putih, disebut-sebut sebagai kandidat terkuat Ketua The Fed berikutnya, yang diperkirakan mempertahankan sikap dovish.
Pasar kini menanti rilis data non-farm payrolls AS pada 16 Desember sebagai indikator arah kebijakan moneter selanjutnya.
Dari Asia, regulator pensiun India pada Rabu resmi mengizinkan dana pensiun negara berinvestasi dalam ETF emas dan perak. Langkah ini diperkirakan mendorong tambahan permintaan pada logam mulia.
Sementara itu, pasar perak mencetak sejarah baru. Harga perak di pasar spot melonjak 2,91% menjadi US$63,57 per troy ons pada penutupan Kamis, level tertinggi sepanjang masa. Bahkan pada sesi intraday, perak sempat menembus US$64,31 per troy ons. Pada Jumat pagi pukul 06.45 WIB, harga perak terkoreksi 0,56% ke US$63,21 per troy ons.
“Perak tampaknya mendorong emas naik bersamanya, dan juga mengangkat platinum serta paladium. Ada banyak momentum di baliknya saat ini,” ujar Meir.
Tabel Pergerakan Harga Logam Mulia
Per 11–12 Desember 2025
| Komoditas | Harga Kamis (Penutupan) | Perubahan | Harga Jumat Pagi (06.45 WIB) | Perubahan |
|---|---|---|---|---|
| Emas (spot) | US$4.283/oz | +1,30% | US$4.275,93/oz | −0,17% |
| Perak (spot) | US$63,57/oz | +2,91% | US$63,21/oz | −0,56% |
| DXY | 98,35 | −0,45% | — | — |
| Fed Funds Rate | 3,50–3,75% | −25 bps | — | — |

