Pemerintah Salurkan Bantuan dan Relaksasi untuk UMKM Terdampak Bencana di Sumatra

Date:

DCNews, Jakarta — Di tengah upaya pemulihan pascabencana di berbagai wilayah Sumatra, pemerintah memperluas dukungan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak parah, khususnya di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatra Utara. Kementerian UMKM menegaskan komitmen memperkuat perlindungan, layanan kesiapsiagaan risiko, dan akses bantuan bagi pelaku usaha yang tengah berjuang memulihkan kehidupan ekonomi mereka.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan pemerintah tak hanya hadir memberikan bantuan, tetapi juga memastikan UMKM memiliki ketahanan menghadapi risiko lingkungan maupun risiko usaha. “Pada kesempatan ini, kami juga menyalurkan bantuan bagi UMKM yang terdampak,” ujar Maman dalam keterangan tertulis, Jumat (5/12/2025).

Maman menyampaikan harapan agar masyarakat di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh segera pulih dari krisis yang memerlukan kewaspadaan kolektif. Ia menekankan bahwa proses pemulihan tidak hanya bergantung pada respons cepat pemerintah, tetapi juga pemberdayaan jangka panjang agar UMKM memiliki fondasi usaha yang lebih kokoh.

Untuk memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran, Kementerian UMKM menggandeng sejumlah lembaga, termasuk PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Bank Sumut. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperluas akses layanan usaha, pendampingan, perizinan, legalitas, hingga pembiayaan. “Kami berkomitmen untuk terus hadir mendampingi setiap langkah pemulihan dan penguatan usaha, hingga UMKM mampu bangkit lebih solid menghadapi situasi apa pun,” ucap Maman.

Dukungan pemerintah pusat tak berhenti di tingkat kementerian teknis. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya memastikan bahwa relaksasi khusus bagi UMKM di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat akan segera berlaku secara otomatis. Regulasi yang telah tersedia memungkinkan pemberian keringanan berupa restrukturisasi kredit hingga penghapusan kredit macet bagi debitur yang terdampak bencana.

“Regulasinya sudah ada dan itu bisa berlaku otomatis,” kata Airlangga saat ditemui di Jakarta Selatan, Kamis (4/12/2025).

Dengan kombinasi bantuan langsung, pendampingan terintegrasi, dan kebijakan relaksasi pembiayaan, pemerintah menargetkan pemulihan UMKM di wilayah terdampak dapat berlangsung lebih cepat dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi lokal dari ancaman bencana di masa mendatang. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Pinjol Bangkrut, OJK Siapkan Dana Pelindungan Lender dan Aturan Likuidasi

DCNews, Jakarta — Kasus perusahaan pinjaman online (pinjol) yang...

Kepmen ESDM 365/2026 Buka Peluang Kontraktor Lokal, Solikin Minta Pengawasan Afiliasi

DCNews, Jakarta — Pemerintah perlu mengawasi pelaksanaan Keputusan Menteri...

UBSI Edukasi Pelajar Muhammadiyah tentang Manajemen Keuangan dan Bahaya Pinjol

DCNews, Jakarta — Literasi keuangan sejak usia remaja menjadi...

OJK Pantau Penyelesaian Gagal Bayar Akseleran, Crowde, dan KoinP2P

DCNews, Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperketat pengawasan...