DCNews, Jakarta — Harga emas bertahan di level tinggi, minyak mentah menguat akibat gangguan pasokan, sementara pergerakan mata uang utama dan indeks Nasdaq menunjukkan arah beragam pada perdagangan Jumat (5/12/2025). Para pelaku pasar kini menanti sinyal lanjutan kebijakan suku bunga dari bank sentral global dan perkembangan geopolitik yang masih menekan sentimen.
Emas Masih Menjadi Andalan Safe-Haven
Harga emas global bergerak stabil di sekitar US$ 4.205 per troy ons, mempertahankan tren positif yang didorong ekspektasi pelonggaran suku bunga The Federal Reserve (The Fed) dan meningkatnya permintaan aset aman di tengah ketidakpastian global.
Pelaku pasar menilai emas tetap menjadi instrumen lindung nilai yang relevan, terutama setelah rilis data ekonomi AS yang menunjukkan perlambatan moderat dan membuka ruang bagi kebijakan moneter lebih longgar pada awal 2026.
Minyak Menguat di Tengah Ketidakpastian Pasokan
Harga minyak kembali mencatat kenaikan setelah laporan adanya gangguan pada infrastruktur minyak Rusia serta kebuntuan pembicaraan damai Rusia–Ukraina. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran gangguan suplai global jangka pendek.
Namun analis mengingatkan, potensi kelebihan pasokan (oversupply) dari produsen besar masih membayangi pergerakan harga, sehingga minyak berpeluang bergerak dalam rentang terbatas meski momentum kenaikan tetap terjaga.
Performa Forex: Euro dan Pound Menguat, Dolar Melemah Tipis
EUR/USD
Euro menguat tipis menuju 1,1670–1,1675, didukung perbedaan imbal hasil obligasi Eropa yang lebih menarik dibandingkan AS. Pelemahan dolar akibat ekspektasi kebijakan dovish The Fed menambah dorongan bagi penguatan euro.
GBP/USD
Pound sterling bergerak stabil di atas 1,3350, mempertahankan penguatan moderat seiring pelemahan dolar. Sentimen pasar yang lebih positif terhadap prospek ekonomi Inggris turut menambah daya tahan GBP.
USD/JPY
Dolar AS terhadap yen diperdagangkan di area 155,13–155,24. Yen menguat terbatas setelah ekspektasi bahwa Bank of Japan (BoJ) dapat mengambil langkah kebijakan lebih hawkish, meski sentimen global masih menjadi penentu utama arah pasangan ini.
Nasdaq Mengalami Rebound Ringan
Indeks Nasdaq menunjukkan rebound terbatas pada perdagangan Kamis malam waktu AS. Investor kembali mengoleksi saham teknologi setelah koreksi pekan sebelumnya, meskipun volatilitas masih tinggi menjelang rilis data tenaga kerja AS dan keputusan suku bunga The Fed bulan ini.
Optimisme pasar terkait potensi penurunan suku bunga pada kuartal pertama 2026 menjadi faktor penopang indeks teknologi tersebut.
Analisis: Pasar Cenderung Mixed, Investor Mencari Arah Baru
Dalam kacamata Investor Daily Indonesia, pergerakan pasar keuangan global hari ini menunjukkan:
- Aset safe-haven seperti emas tetap diminati, mencerminkan kecemasan pasar terhadap risiko geopolitik dan ketidakpastian kebijakan moneter.
- Minyak berpeluang menguat jangka pendek, namun dibayangi risiko oversupply yang membuat reli tidak terlalu agresif.
- Forex menunjukkan penguatan mata uang utama terhadap dolar AS, selaras dengan ekspektasi pelonggaran Fed.
- Sektor teknologi (Nasdaq) mulai pulih, didorong keyakinan pasar bahwa tekanan suku bunga tinggi mendekati akhir siklusnya.
Kondisi ini membuat investor cenderung mengambil posisi hati-hati dengan strategi diversifikasi aset, sambil menunggu data ekonomi AS berikutnya sebagai petunjuk arah pasar global. ***

