DCNews,Tiongkok — China menegaskan dominasinya dalam revolusi industri global setelah mengumumkan telah membangun lebih dari 7.000 pabrik pintar canggih, menjadikannya basis aplikasi manufaktur cerdas terbesar di dunia. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Perindustrian dan Teknologi Informasi China, Xin Guobin, dalam World Intelligent Manufacturing Conference 2025 yang dibuka Kamis (27/11/2025) waktu setempat,.di Nanjing, Provinsi Jiangsu.
Dalam pidatonya, Xin mengungkapkan bahwa lompatan besar China tersebut didorong oleh strategi pembinaan berjenjang dan langkah-langkah khusus di berbagai sektor industri. Hasilnya, kini telah berdiri lebih dari 500 pabrik pintar tingkat unggul, sementara 15 perusahaan masuk daftar pembinaan menuju kategori pabrik pintar tingkat pionir, level tertinggi yang mencerminkan kedewasaan integrasi teknologi.
China juga memperluas kapasitas pasokan globalnya melalui solusi sistematis di sektor manufaktur cerdas. Nilai industri peralatan manufaktur pintar, perangkat lunak industri, dan solusi sistematis negara itu telah melampaui 4,5 triliun yuan, atau sekitar US$635,5 miliar. Pertumbuhan ini mendorong ekspansi agresif pemasok China ke jaringan manufaktur utama dunia, termasuk industri kendaraan lengkap, baterai daya, hingga petrokimia.
Pada 2024, pemerintah China meluncurkan kampanye pembinaan progresif untuk mempercepat transformasi digital industri nasional. Program tersebut mengelompokkan pabrik pintar ke dalam empat tingkatan, dasar, lanjut, unggul, hingga pionir, yang menjadi standar baru untuk mengukur kematangan teknologi manufaktur modern.
Dengan skala dan kecepatan pengembangan ekosistem manufaktur cerdas ini, China tidak hanya membangun pabrik masa depan, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai poros teknologi manufaktur global. ***

