Literasi Keuangan Lemah, Pakar Unpar Ingatkan Risiko Gaya Hidup dan Pinjaman Daring

Date:

DCNews, Jakarta — Di tengah gelombang digitalisasi yang kian cepat, kemampuan masyarakat mengelola keuangan menjadi tantangan mendesak. Ketua Program Studi Magister dan Doktor Universitas Parahyangan (Unpar), Vera Intanie Dewi, menegaskan bahwa literasi keuangan merupakan fondasi penting agar individu mampu bertahan dan berkembang secara finansial.

“Literasi itu mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang membentuk perilaku finansial. Ini fondasi untuk mencapai financial well-being,” ujar Vera dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/11/2025).

Ia menilai masih banyak hambatan yang menghambat peningkatan literasi keuangan masyarakat Indonesia—mulai dari rendahnya pemahaman produk keuangan, budaya konsumtif, minimnya dana darurat, hingga maraknya pinjaman ilegal.

Vera juga menyoroti pola konsumsi generasi muda yang kerap menggunakan pinjaman daring (pindar) untuk kebutuhan gaya hidup, yang menurutnya dapat menjerumuskan pada risiko finansial jangka panjang.

“Kebutuhan dan keinginan itu bisa diatur. Gaya hidup harus disesuaikan kemampuan,” ujarnya, mengingatkan pentingnya disiplin dalam pengelolaan keuangan pribadi. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

HP Jadi Pintu ke Rekening Bank, Ini Cara Melindunginya dari Kejahatan Siber

Oleh: Asep Dahlan (Konsultan Keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant) PONSEL...

Hillary Lasut Desak OJK Perketat Pengawasan Penagihan dan Lindungi Konsumen

DCNews, Jakarta — Ketika urusan kredit dan pembiayaan masuk...

OJK Buka Jalan Danantara, BI, dan Kemenkeu Jadi Pemegang Saham BEI

DCNews, Jakarta — Struktur kepemilikan Bursa Efek Indonesia (BEI)...

Harga Emas Antam Turun Rp10.000 Jadi Rp2,628 Juta, Ini Daftar Harga Lengkap 21 September 2026

DCNews, Jakarta — Harga emas Antam kembali bergerak turun...