DCNews, Riyadh — Arab Saudi mulai membangun dua toko alkohol baru di Jeddah dan Dammam untuk melayani pelanggan non-Muslim, sebuah langkah yang menandai pelonggaran pembatasan sosial paling sensitif di kerajaan tersebut.
Proyek ini, menurut sumber yang mengetahui langsung rencana tersebut, sebagaimana dikutip DCNews, Selasa (25/11/2025) merupakan perluasan akses alkohol bagi ekspatriat sebagai bagian dari ambisi modernisasi Vision 2030.
Pembangunan toko minuman keras di dua kota utama –kota pelabuhan Laut Merah Jeddah dan Dammam di wilayah timur— dilakukan secara tertutup. Sumber internal meminta identitasnya dirahasiakan karena proyek ini belum diumumkan secara resmi oleh pemerintah.
Pelonggaran akses alkohol bukan hal baru sepenuhnya. Di Riyadh, toko pertama yang dibuka tahun lalu awalnya hanya melayani diplomat asing, namun kini dilaporkan juga melayani non-Muslim pemegang izin khusus dalam program Premium Residency, sebagaimana diberitakan oleh Semafor.
Meski demikian, pemerintah Arab Saudi masih belum memberikan pernyataan resmi terkait perkembangan terbaru ini.
Langkah terbaru ini menegaskan arah kebijakan Arab Saudi yang secara bertahap memperluas akses terhadap alkohol bagi kelompok ekspatriat yang lebih luas. Strategi ini dinilai dapat meningkatkan daya tarik kerajaan sebagai tempat tinggal dan bekerja bagi tenaga asing, komponen penting dalam upaya diversifikasi ekonomi Vision 2030.
Namun, perubahan tersebut juga menyoroti betapa berhati-hatinya pemerintah dalam menavigasi isu sensitif di negara yang menjadi tempat lahir Islam dan menaungi dua situs suci agama tersebut.
Di bawah kepemimpinan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, kerajaan telah melonggarkan berbagai aturan sosial, mulai dari pencabutan larangan perempuan mengemudi, pembukaan sektor hiburan publik, hingga pelonggaran aturan interaksi sosial antara laki-laki dan perempuan.
Bersamaan dengan itu, peran otoritas keagamaan, yang sebelumnya menjadi penjaga moral masyarakat dengan pengaruh kuat, terus menyusut seiring visi kerajaan membuka diri kepada dunia dan mengurangi ketergantungan pada ekonomi minyak. ***

