DCNews, Jakarta — Tren pembiayaan fintech lending memasuki babak baru. Data terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan kesenjangan menarik antara jumlah akun pinjaman online (pinjol) dan nilai pinjaman yang beredar: perempuan tercatat memiliki outstanding jauh lebih besar dibandingkan laki-laki, meski jumlah akun mereka lebih sedikit.
Laporan OJK per Agustus 2025, sebagaimana dikutip DCNews, Rabu (19/11/2025) menunjukkan total outstanding pinjaman perseorangan di fintech peer-to-peer (P2P) lending mencapai Rp82,94 triliun, tumbuh 25,4 persen secara tahunan (year-on-year).
Lonjakan itu sejalan dengan peningkatan jumlah rekening peminjam aktif yang naik 27,4 persen, menjadi 25,46 juta akun.
Dari total pengguna tersebut, akun laki-laki mencapai 12,89 juta atau 50,7 persen, sementara akun perempuan berjumlah 12,56 juta atau 49,3 persen.
Namun, dominasi jumlah akun tidak berbanding lurus dengan nilai pinjamannya. Outstanding perempuan mencapai Rp45,38 triliun, melampaui outstanding laki-laki sebesar Rp37,56 triliun. Pertumbuhan outstanding perempuan pun lebih agresif, yakni 26 persen yoy, sementara laki-laki 24,5 persen yoy.
Dalam hal kualitas kredit, rasio wanprestasi TWP90 perempuan tercatat lebih rendah, yakni 1,9 persen, dibandingkan 2,1 persen pada laki-laki. Meski demikian, nilai TWP90 perempuan tumbuh lebih cepat, melonjak 42,5 persen yoy.
Dari sisi demografi, pengguna berusia 19–34 tahun masih mendominasi ekosistem pinjol dengan 15,18 juta akun dan outstanding Rp41,07 triliun, menjadikannya kelompok peminjam terbesar di era ekonomi digital. Segmen usia 35–54 tahun berada di posisi kedua dengan 9,16 juta pengguna dan outstanding Rp37,8 triliun.
Sementara itu, peminjam berusia di atas 54 tahun tercatat 861.065 akun dengan pinjaman berjalan Rp3,82 triliun. Adapun kelompok usia di bawah 19 tahun memiliki 257.331 akun, dengan outstanding Rp316,87 miliar, menandai keterlibatan generasi paling muda dalam layanan keuangan digital berisiko tinggi ini.
Laporan OJK ini memperlihatkan pergeseran perilaku konsumsi dan akses pembiayaan digital di Indonesia, sebuah dinamika yang mengungkap bagaimana perempuan kini memegang porsi lebih besar dalam struktur kredit fintech, baik dalam penggunaan maupun pertumbuhan. ***

