DCNews, Jakarta — Pelatih Timnas Indonesia U23 Indra Sjafri menegaskan bahwa timnya sengaja mencari lawan bertaraf tinggi untuk menguji ketahanan dan kualitas permainan sebelum tampil pada SEA Games 2025 di Thailand. Mali dipilih sebagai sparring partner utama dalam dua laga uji coba akhir pekan ini, langkah yang disebut Indra sebagai “ujian nyata” sebelum memasuki turnamen resmi kawasan Asia Tenggara itu.
Dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat.(14/11/2025)Indra menjelaskan bahwa sebuah tim idealnya menghadapi tiga tipe lawan dalam masa persiapan: tim yang lebih kuat, setara, dan lebih lemah.
“Tiga-tiganya dibutuhkan oleh seorang pelatih untuk membangun timnya. Dan kami menganggap Mali, kalau bicara ranking, mereka lebih di atas kita. Ini pertandingan uji coba dengan level sedikit lebih berat,” kata Indra.
Timnas U23 telah menjalani dua laga uji coba melawan India pada Oktober, yang berakhir dengan kekalahan 1-2 dan imbang 1-1. Dua pertandingan melawan Mali pada Sabtu (15/11/2025) dan Senin (17/11/2025) menjadi tahapan penting untuk menyeleksi skuad final yang akan dibawa ke Thailand.
“Uji coba yang difasilitasi PSSI ini sangat bermanfaat untuk memvalidasi pemain-pemain yang akan kita rekrut menjadi 23 pemain,” kata Indra yang sebelumnya membawa Indonesia meraih emas SEA Games 2023.
Dengan status juara bertahan, Indonesia memikul beban lebih berat pada SEA Games 2025. Meski demikian, Indra menegaskan fokus utamanya tetap pada pembentukan tim, bukan pemetaan lawan.
“Yang jelas dulu kita juara, kan? Saya lebih memikirkan tim sendiri. Bukan berarti tidak butuh informasi tentang lawan, tapi tim analis kami sudah memantau semuanya,” ujarnya.
Selain itu, ia menyoroti adanya perubahan regulasi teknis terkait pendaftaran pemain, yang kini dapat dilakukan hingga technical meeting. Indonesia tergabung di Grup C bersama Filipina, Myanmar, dan Singapura. Dua lawan kuat, Thailand dan Vietnam, masing-masing berada di Grup A dan Grup B. ***

