DCNews, Jakarta – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tercatat stabil pada perdagangan Rabu (12/10/2025). Berdasarkan data resmi logammulia.com, harga jual emas ukuran 1 gram berada di posisi Rp2.299.000, tidak berubah dibandingkan penutupan perdagangan sehari sebelumnya. Sementara harga buyback atau pembelian kembali ditetapkan sebesar Rp2.147.000 per gram.
Kondisi stabil ini menandakan pasar emas domestik tengah berada dalam fase konsolidasi, di tengah ketidakpastian global dan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Sejumlah analis menilai, stagnasi harga menunjukkan pelaku pasar masih menunggu arah kebijakan suku bunga global dan pergerakan harga emas dunia.
Menurut data PT Antam, berikut rincian harga emas batangan per Rabu (12/10): pecahan 0,5 gram dijual Rp1.199.500, 2 gram Rp4.538.000, 3 gram Rp6.782.000, dan 5 gram Rp11.270.000. Harga tersebut belum termasuk pajak pembelian sebesar 0,25 persen bagi pemegang NPWP.
Grafik harga emas yang dirilis Pusat Data Kontan menunjukkan pergerakan datar dalam beberapa hari terakhir, setelah sempat menguat pada awal Oktober. Tren ini memperlihatkan kecenderungan stabil di kisaran Rp2,29 juta per gram — level tertinggi sepanjang kuartal IV tahun ini.

Kestabilan harga ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal dan domestik. Secara global, harga emas dunia bertahan di kisaran US$2.340 per troy ounce akibat ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga The Federal Reserve yang belum terealisasi. Sementara di dalam negeri, penguatan nilai tukar rupiah turut menahan potensi kenaikan harga emas Antam lebih tinggi.
Para analis merekomendasikan agar investor ritel tetap memantau pergerakan harga internasional sebelum melakukan pembelian dalam jumlah besar. “Saat harga stabil seperti ini, emas cocok untuk akumulasi jangka panjang, bukan untuk spekulasi jangka pendek,” ujar seorang pengamat pasar komoditas kepada The Washington Post Indonesia.
Dengan harga yang bertahan di puncak Rp2,299 juta per gram, pasar emas domestik masih menunjukkan ketahanan di tengah tekanan ekonomi global. Pelaku pasar kini menanti rilis data inflasi Amerika Serikat dan arah kebijakan suku bunga bank sentral yang berpotensi memengaruhi harga emas pada pekan mendatang. ***

